Menyusun Kelas
Hampir 7 tahun yang lalu, saat pertama kali ikut menjadi tim pembuatan kelas saat kenaikan kelas, sempat bingung dan pusing. Maklum saat itu belum lama jadi guru Bimbingan Konseling di SMA Negeri 8 Jakarta. Pokoknya coba belajar dan cari tahu bagaimana cara pembuatan kelas. Hampir satu minggu cuma melihat data siswa, dari data akademik, jenis kelamin, asal sekolah, dunia percintaan, pertemanan siswa, permusuhan siswa, perkelompokan (gank,... hehhehe ada juga), bahkan agama bahkan kembaran serta special request. Untungnya data siswa itu ada, yang terkumpul selama setahun, melalui observasi atau pun hasil wawancara siswa.
Tulisan ini akan menjelaskan pembuatan kelas versi saya, dengan segudang kelemahan tentunya, tetapi minimal ini yang saya lakukan selama 5 tahun. Pembuatan kelas yang paling sulit adalah saat kenaikan kelas X ke kelas XI. Kalau kelas X dan kelas XI ke kelas XII tidaklah terlalu rumit, data sudah ada.
Pertama
Tentukan dulu tujuan pembuatan kelas tahun ini dengan melihat kurikulum, kondisi siswa, kemampuan akademik. Setiap tahun akan berbeda, tetapi yang saya lihat saat lima tahun tersebut adalah, tidak ada kelas unggulan. Tetapi masih dimungkinkan untung mengumpulkan anak ”pandai” dalam satu kelas. Menghidari sekali kelas ”gerombolan atau kambing hitam”. Di Tahun 1986-1987, kala menjadi siswa, di SMA Negeri 8 ada kelas dengan julukan LASPENDOS ( kelas penuh dosa,... serem juga). Saat itu kelas saya bernama Du fi du ( dua fisika dua, hehehhehe temannya scooby doo)
Kedua
Faktor akademik adalah unsur utama membuat pengkelasan. Siswa kelas X yang naik ke kelas XI IPA digabungkan dalam satu file urutkan berdasarkan rataan nilai total. Bisa juga dengan hanya melihat rataan IPA saja ( Mat – Fis – Kim – Bio), maka urutkan hanya untuk rataan 4 nilai tersebut saja. Jika rataan nilai total siswa bagus maka rataan nilai IPA pun biasanya akan bagus, saat itu kondisi siswa ”aman”. Tetapi kalau ada perbedaan signifikan, maka pelajaran di luar mata pelajaran IPA lah yang mendominasi nilai siswa, pada kondisi ini gunaka nilai rataan IPA saja.
Ketiga
Setelah itu buatlah dengan menggunakan excel, kelas XI A 1 – 40 , kelas XI B 1 – 40 dan seterusnya hinggga kelas XI J 1 – 40. Setiap kelas akan berisi 40 siswa secara penuh. Tetapi dengan aturan sebagai berikut :
1. kelas XI A nomor urut 1 – 10, kelas XI B nomor urut 1 – 10 hingga kelas XI J nomor urut 1 – 10 adalah siswa unggulan secara akademik. Jangan pernah mengganggu distribusi yang terjadi saat kelas ini mendapatkan siswa
2. Kelas XI A nomor urut 11 – 30, kelas XI B nomor urut 11 – 30 hingga kelas XI J nomor urut 11 – 30, adalah kelas yang bisa saling bertukar siswanya, hanya ke kelas di sampingnya, misalnya XI A ke kelas XI B, dan seterusnya. Pada bagian kelompok 20 inilah kita bisa memainkan kelas sesuai aturan yang akan kita pakai. Jadi ada 200 anak yang akan bisa ditolerir bahkan bisa dipaksa untuk pindah secara bersisian.
3. Kelompok terakhir, kelas XI A nomor urut 31 – 30, kelas XI B nomo urut 31 – 40 hingga kelas XI J nomor urut 31 – 40, ini merupakan siswa dengan ”kemampuan akademik terrendah”. Setiap siswa di nomor urut kelompok ini bisa dipindahkan ke kelas di mana pun, tidak harus ke kelas di sampingnya. Jangan kaget biasanya anak-anak dalam kelompok ini ”biasanya” sejenis. Tanpa kita kelompokan mereka sudah dalam kelompo tersendiri, misalnya keseringan remedial, keseringan terlambat, keseringan madol, keseringan tidak mengerjakan tugas, bahkan ada anak-anak yang cuek....
Keempat
Mulailah memasukan daftar anak-anak tersebut secara manual, dengan excel cukup tarik-tarik saja dengan mouse. Siswa dengan urutan nilai 1 – 10 distribusikan di nomor urut 1 pada setiap kelas, siswa urutan nilai 11 – 20 distribusikan di nomor urut 2, dan seterusnya sehingga ada 100 anak yang sudah masuk pada 10 kelas pada nomor urut 1 – 10 di tiap kelas. Para jawara telah tersebar, kelas aman, karena tutor sebaya telah ada disetiap kelas. Adanya tutor sebaya akan membantu guru dalam memberika materi pelajaran, tugas harian bahkan PR.
Kelima
Berikutnya adalah memasukan anak di setiap kelas untuk urutan 11 – 20. Pada urutan nilai siswa nomor 101 hingga 200, masukan ke kelas-kelas (XI A hingga XI J) dengan cara setiap 10 anak, yaitu 101 – 110, 111 – 120 dan seterusnya ke dalam kelas-kelas yang berbeda. Sehingga anak dengan urutan nilai 101 – 110 akan ada di kelas XI A, anak denga urutan 111 – 120 akan ada di kelas XI B, demikian seterusnya, sehingga anak dengan urutan 190 – 200 akan ada di kelas XI J.
Cluster berikutnya adalah kelas dengan urutan 21 - 30. Pada dasarnya sama dengan yang di atas untuk nomor 11 -20, distribusikan seperti itu. Sehingga anak dengan urutan 201 – 210 akan ada di kelas XI A, dan anak dengan urutan 290 – 300 akan ada di kelas XI J.
Keenam
Untuk kelas urutan 31 – 40 di setiap kelas gunakan pola pada langkah ke empat. Sedikit repot tetapiakan aman nantinya.
Ketujuh
Lihatlah distribusi agama dahulu, hal ini dilakaukan agar pada tidak ada agama dengan pemeluk yang tidak banyak akan terkonstrasi di satu kelas. Ini akan tidak nyaman saat pelajaran agama. Setelah siswa dengan agama tertentu di beri warna berbeda, baru kita lihat distribusi jenis kelamin. Perpindahan jenis kelamin atau pun agama siswa tetap menggunakan pola perpindahan setiap cluster/kelompok.
Saya sering menuliskan komposisi jenis kelamin di bawah daftar kelas, misalnya 15 (L) Laki-laki dan 25 Perempuan (P).
Kedelapan
Pada bagian inilah ”permaianan” dimulai. Tentukan dulu urutan perpindahan antar siswa
1. pasangan kekasih.... bubarkan,.. hahahah, maksudnya jangan sekelas. Tidak ada kalimat ” pak kalau sekelas, saya jadi bersemangat ....” jawab saya, ”iya nak, semangat pacaran...”.
2. Organisasi atau kelompok, jangan gabungan terlalu banyak anak Pengurus Osis tau PK atau pun kelompok ”lain-lain”. Dahulu di delapa ada anak-anak cantik yang berkumpul menjadi DELAROS (delapan ROS,.. bunga ros... memang cantik-cantik dan memang amat cantik-cantik... kalau yang seperti ini disebar, guru-guru yang muda jadi semangat mengajarnya,... hahahhaa untung saya udah nikah,..tepatnya baru kemaren...)
3. Anak-anak satu type: misalnya Gamer,.. pengaggum game online, pengaggum futsal, pengaggum starbuck,... hahaha, bahkan movie mania... bisa hilang tuh kelas saat ada konser atau premiere...
4. Special request,...anak yang satu Bimbingan Belajar, anak yang biang ribut, biang ngobrol, biang cabut dari kelas ke koperasi atau kantin,... tapi yang sholat dhuha bareng juga harus dipikirkan...Jangan keget nanti ada anak yang sakit bareng di UKS. Pokoknya data Bimbingan Konseling harus menyeluruh.
Kesembilan
Print out, 2 hingga 3x, berikan kepada beberapa siswa yang terpercaya, teman guru yang mengenal banyak siswa, dan guru-guru BK. Biasanya akan ada masukan-masukan baru, bahkan mungkin request baru. Tetap diingat aturan pembagain, pemindahan dan penentuan harus dilakukan dengan baik. Intinya ini kelas dibuat agar semua guru tetap nyaman saat mengajar dimana pun, setiap siswa akan terpenuhi akan materi, suasana kondusif dan kebersamaan kelas akan terjadi.
Saya harus mengakui ini bukan yang terbaik, tetapi minimal kita jadi mengetahui bahwa pembuatan kelas bukan hanya sekedar membagi siswa, siswa bukan benda jadi pikirkan juga kenyamanan dan kepuasan mereka. Jadi tidak ada siswa yang meminta dipindahkan kelasnya hanya karena sesuatu hal. Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika kurang berkenan.
blog ini dipersembahkan untuk almamater tercinta, sebagai media informasi atau pun jalinan persahabatan dengan semua siswa,orang tua, alumni atau masyarakat luas.... dari alumni SMA Negeri 8 Jakarta angkatan 1988, wangsa jaya
Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Friday, September 17, 2010
Friday, August 27, 2010
Tantia, Peraih IPK Tertinggi di UI
Laporan wartawan Kompas.com M.Latief
Kamis, 26 Agustus 2010 | 20:23 WIB
Dok. Pribadi Tantia
Setelah terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi UI 2010 dan dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Nasional 2010, Tantia Dian Permata, mahasiswi FEUI terpilih sebagai mahasiswa dengan IPK tertinggi, 3,90.TERKAIT:
Tantia, Mahasiswi Berprestasi Nasional
Tantia, Mahasiswi Berprestasi UI 2010
DEPOK, KOMPAS.com - Setelah terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi UI 2010 dan dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Nasional 2010, Tantia Dian Permata, mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), menjadi satu di antara 275 wisudawan yang berpredikat cum laude untuk program S-1 reguler di Universitas Indonesia.
Tahun ini, Tantia terpilih sebagai mahasiswa UI berpredikat cum laude dengan raihan IPK tertinggi, 3,90. Sementara di Kelas Internasional terdapat 11 wisudawan yang juga mendapatkan predikat cum laude. IPK tertinggi Kelas Internasional diraih oleh Siti Soraya Larasati dari fakultas psikologi dengan nilai 3,81.
Kepala Kantor Komunikasi dan Humas UI, Visnu Juwono, menuturkan, dari total 8.426 wisudawan UI tahun ini meliputi 2.464 program sarjana reguler (S-1), 77 program sarjana Kelas Internasional, 1.224 program Sarjana Ekstensi, 1.519 program Diploma, 842 program Profesi, 217 program Spesialis, 1.997 program Magister, serta 86 program Doktor. Adapun wisudawan termuda UI diraih oleh Jennifer dari FTUI.
"Dengan IPK 3,53, Jennifer berhasil menyelesaikan studinya di usia 19 tahun lebih 4 bulan," ujr Visnu kepada Kompas.com.
Kamis, 26 Agustus 2010 | 20:23 WIB
Dok. Pribadi Tantia
Setelah terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi UI 2010 dan dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Nasional 2010, Tantia Dian Permata, mahasiswi FEUI terpilih sebagai mahasiswa dengan IPK tertinggi, 3,90.TERKAIT:
Tantia, Mahasiswi Berprestasi Nasional
Tantia, Mahasiswi Berprestasi UI 2010
DEPOK, KOMPAS.com - Setelah terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi UI 2010 dan dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Nasional 2010, Tantia Dian Permata, mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), menjadi satu di antara 275 wisudawan yang berpredikat cum laude untuk program S-1 reguler di Universitas Indonesia.
Tahun ini, Tantia terpilih sebagai mahasiswa UI berpredikat cum laude dengan raihan IPK tertinggi, 3,90. Sementara di Kelas Internasional terdapat 11 wisudawan yang juga mendapatkan predikat cum laude. IPK tertinggi Kelas Internasional diraih oleh Siti Soraya Larasati dari fakultas psikologi dengan nilai 3,81.
Kepala Kantor Komunikasi dan Humas UI, Visnu Juwono, menuturkan, dari total 8.426 wisudawan UI tahun ini meliputi 2.464 program sarjana reguler (S-1), 77 program sarjana Kelas Internasional, 1.224 program Sarjana Ekstensi, 1.519 program Diploma, 842 program Profesi, 217 program Spesialis, 1.997 program Magister, serta 86 program Doktor. Adapun wisudawan termuda UI diraih oleh Jennifer dari FTUI.
"Dengan IPK 3,53, Jennifer berhasil menyelesaikan studinya di usia 19 tahun lebih 4 bulan," ujr Visnu kepada Kompas.com.
Label:
aksel,
aluumni,
Keberhasilan,
pendidikan,
SMAN 8,
TANTIA,
wangsa jaya
Friday, May 7, 2010
Kepentingan membutakan hati, atau martabat yang menutup nurani
Beberapa hari terakhir di SMA NEGERI 8 memang terjadi kesibukan yang menganggetkan. Kegiatan PPDB RSBI yang baru pertama kali diadakan, dengan sistem penerimaaan yang baru, dengan sosialisasi yang kurang dari dinas kepada para orang tua di tingkat SMP, rentang waktu yang dekat, dan akhirnya memang keterbatasan SDM dan kemampuan pra sarana.
Penggunaan IT dalam pendfataran sekolah telah menjadi lumrah setelag PSB Onine diberlakukan lebih dari 5 tahun yang lalu.Masyarakat menjadi terbiasa dengan OL. Walau saat awal pun sistem PSB Online sempat bermasalah. Waktu dan kematanganlah yang membuat sistem semakin baik.
PPDB RSBI menggunakan juga IT. Kemampuian jaringan atau pun server amat dipetaruhkan. Termasuk sistem tentunya. Disaat kebutuhan sedemikian mendesak, tekan semakin meninggi, jika terjadi sesuatu, maka akibat nya adalah kepada para pelaksana. Saat sistem overload, hang, maka seribu kebingungan akan membuat cacian-cacian ringan.
Beberapa guru dan petugas keamanan sekolah mendapatkan hal tersebut. Seleksi berkas hanyalah bicara penyerahan berkas, jadi panitia yang baik akan mengingatkan kelengkapan berkas. Saking emosinya seseorang bisa marah sekali, padahal diingatkan. "Kata anak saya ini sudah komplit !". "Maaf bu, menurut kami belum komplit." Setelah bersitegang beberapa saat Ibu itu, dengan kacamata hitamnya, "... halo,... ini gurunya nggak mau terima berkas,...gimana sish... kan rumah jauh,... capek deh...".
Padahal sang guru hanya mengingatkan bahwa berkasnya belum komplit, jika dimasukan juga ke panitia, maka akan "GAGAL". Tapi bukan tidak mau terima,... belum komplit deh...
Hari berikutnya. Setelah pengumuman hasil seleksi berkas. Saatnya mengambil kartu ujian, dengan syarat : bawa lembar penyerahan berkas. Panitia berharap proses ini tidak akan lama, jadi lembar penyerahan berkas adalah syarat mutlak. Pagi hari banyak orang tua sudah mengantri di pintu gerbang sekolah. Diingtakan untuk, menuliskan ruang ujian di lembar penyerahan berkas, agar proses hanya akan memakan waktu kurang dari 10 menit.
Pintu gerbang yang dijaga guru dan petugas keamanan berusaha memberikan arahan. Tetap saja ada orang tua yang tidak membawa. Saat diingatkan, dia menegrti sekali, terlihat dari angguikan yang pasti. Tapi ada yang lucu. Dia perintahkan anaknya untuk masuk langsung ke meja nomor. Padahal dia tahu hal itu tidak mungkin. Seorang anak diajarkan orang tuanya untuk melanggar aturan, hanya karena mereka enggan pulang balik ke arah Kramat Jati. Sebuah penanaman bibit penolakan aturan kepada anaknya.
Hari berikutnya : saat Ujian Mandiri. Kesibukan hari itu SMA Negeri 8 makin tinggi, sekitar 800 orang tua dengan mobil berhasil membuat kemacetan parahblan dari Kampung Melayu, Kuningan, Casablanka, Tongtek, hingga Slamet Riyadi. Berbagai mobil dari harga 100 juta hingga lipatan angka tersebut. Mestinya kemampanan hidup juga dibarengi dengan kedewasaan berpikir dan bertindak. Saking pentingnya mengantar anak, seorang ayah dnegan asesories yang amat mencolok, menggunakan celana hawai,.... saya ulangi: celana hawaiiiii, datang ke SMAN 8. Sebegtu bahagia dan indahnya hingga tidak sadar, bahwa SMAN 8 bukan WC umum atau pantai Kuta. Anaknya bahagia sekali, sementara sebagaian besar ibu-ibu senyum-senyum. Lagi-lagi kita salah menilai, pastinya kita salah meletakakan pondasi dasar berpikir seorang anak.
Penggunaan IT dalam pendfataran sekolah telah menjadi lumrah setelag PSB Onine diberlakukan lebih dari 5 tahun yang lalu.Masyarakat menjadi terbiasa dengan OL. Walau saat awal pun sistem PSB Online sempat bermasalah. Waktu dan kematanganlah yang membuat sistem semakin baik.
PPDB RSBI menggunakan juga IT. Kemampuian jaringan atau pun server amat dipetaruhkan. Termasuk sistem tentunya. Disaat kebutuhan sedemikian mendesak, tekan semakin meninggi, jika terjadi sesuatu, maka akibat nya adalah kepada para pelaksana. Saat sistem overload, hang, maka seribu kebingungan akan membuat cacian-cacian ringan.
Beberapa guru dan petugas keamanan sekolah mendapatkan hal tersebut. Seleksi berkas hanyalah bicara penyerahan berkas, jadi panitia yang baik akan mengingatkan kelengkapan berkas. Saking emosinya seseorang bisa marah sekali, padahal diingatkan. "Kata anak saya ini sudah komplit !". "Maaf bu, menurut kami belum komplit." Setelah bersitegang beberapa saat Ibu itu, dengan kacamata hitamnya, "... halo,... ini gurunya nggak mau terima berkas,...gimana sish... kan rumah jauh,... capek deh...".
Padahal sang guru hanya mengingatkan bahwa berkasnya belum komplit, jika dimasukan juga ke panitia, maka akan "GAGAL". Tapi bukan tidak mau terima,... belum komplit deh...
Hari berikutnya. Setelah pengumuman hasil seleksi berkas. Saatnya mengambil kartu ujian, dengan syarat : bawa lembar penyerahan berkas. Panitia berharap proses ini tidak akan lama, jadi lembar penyerahan berkas adalah syarat mutlak. Pagi hari banyak orang tua sudah mengantri di pintu gerbang sekolah. Diingtakan untuk, menuliskan ruang ujian di lembar penyerahan berkas, agar proses hanya akan memakan waktu kurang dari 10 menit.
Pintu gerbang yang dijaga guru dan petugas keamanan berusaha memberikan arahan. Tetap saja ada orang tua yang tidak membawa. Saat diingatkan, dia menegrti sekali, terlihat dari angguikan yang pasti. Tapi ada yang lucu. Dia perintahkan anaknya untuk masuk langsung ke meja nomor. Padahal dia tahu hal itu tidak mungkin. Seorang anak diajarkan orang tuanya untuk melanggar aturan, hanya karena mereka enggan pulang balik ke arah Kramat Jati. Sebuah penanaman bibit penolakan aturan kepada anaknya.
Hari berikutnya : saat Ujian Mandiri. Kesibukan hari itu SMA Negeri 8 makin tinggi, sekitar 800 orang tua dengan mobil berhasil membuat kemacetan parahblan dari Kampung Melayu, Kuningan, Casablanka, Tongtek, hingga Slamet Riyadi. Berbagai mobil dari harga 100 juta hingga lipatan angka tersebut. Mestinya kemampanan hidup juga dibarengi dengan kedewasaan berpikir dan bertindak. Saking pentingnya mengantar anak, seorang ayah dnegan asesories yang amat mencolok, menggunakan celana hawai,.... saya ulangi: celana hawaiiiii, datang ke SMAN 8. Sebegtu bahagia dan indahnya hingga tidak sadar, bahwa SMAN 8 bukan WC umum atau pantai Kuta. Anaknya bahagia sekali, sementara sebagaian besar ibu-ibu senyum-senyum. Lagi-lagi kita salah menilai, pastinya kita salah meletakakan pondasi dasar berpikir seorang anak.
Label:
aktivitas,
Emosi diri,
hati,
jalur mandiri,
pekerti,
pendidikan,
PPDB RSBI,
SMAN 8,
wangsa jaya
Saturday, April 10, 2010
MEKANISME DAN PROSEDUR PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU JALUR MANDIRI
MEKANISME DAN PROSEDUR
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU JALUR MANDIRI
SMA NEGERI RSBI DI JAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2010/2011
Sumber : beberapa web SMA Negeri RSBI
A . KETENTUAN UMUM
1. Bahwa tahun pelajaran 2010/2011 SMA Negeri RSBI Jakarta akan melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui 2 (dua) jalur yaitu Jalur Mandiri dan Jalur Online.
2. Jumlah peserta didik yang akan diterima adalah masing-masing maksimum 80% melalui Jalur Mandiri dan 20% melalui Jalur Online dari daya tampung.
3. Daya tampung peserta didik kelas X tahun pelajaran 2010/2011 adalah sesuai DT Sekolah dengan komposisi rasio per kelas adalah maksimum 36 peserta didik.
4. Tempat Pendaftaran Peserta Didik Jalur Mandiri SMA RSBI Jakarta hanya di SMA RSBI Jakarta.
5. Calon Peserta Didik Baru yang sudah diterima di semua Sekolah RSBI, tidak dapat mendaftar kembali pada waktu pendaftaran PPDB Online.
6. Calon Peserta Didik Baru yang telah diterima wajib lapor diri di SMA RSBI Jakarta dengan menyerahkan tanda bukti pendaftaran sesuai jadwal yang ditentukan
7. Pelaksanaan PPDB MANDIRI dilakukan hanya 1 (satu) putaran.
8. Apabila Calon Peserta Didik Baru yang diterima melalui Jalur Mandiri tidak lapor diri sesuai jadwal yang ditentukan, Calon Peserta Didik Baru tersebut dinyatakan mengundurkan diri dan tidak dapat mendaftar pada Jalur Online.
9. Tidak ada pungutan biaya dalam bentuk apapun selama proses pelaksanaan PPDB Mandiri.
B PERSYARATAN PESERTA
1. Memiliki Raport Semester 1 – 5 SMP/ MTs.
2. Nilai Raport mata pelajaran (Matematika, IPA, IPS, Bhs Indonesia, dan Bhs Inggris) tiap semester minimal 7,5.
3. Memiliki Surat Akte Kelahiran.
4. Memiliki Surat keterangan sehat & bebas narkoba dari dokter.
5. MemilikiSurat kelakuan baik dari sekolah asal.
6. MemilikiSurat keterangan sedang duduk di kelas IX dari sekolah asal.
7. Menandatangani surat pernyataan bersedia mengikuti seleksi PPDB.
8. Syarat Pendukung:
• Sertifikat kursus Bhs Inggris dan atau Komputer;
• Sertifikat/piagam Prestasi kejuaraan akademik/ non-akademik minimal tingkat Kabupaten/Kota;
C TATA CARA PELAKSANAAN
1. Calon Peserta Didik Baru SMA mendaftar sendiri atau kolektif sekolah dengan datang langsung di SMA RSBI Jakarta;
2. Mengisi formulir yang disediakan oleh Panitia Sekolah; dengan menyerahkan kelengkapan persyaratan (lihat B)
3. Pada saat pendaftaran menunjukkan Nomor Peserta Ujian Nasional yang tertera pada Kartu Peserta Ujian Nasional atau keterangan lain dari sekolah asal;
4. Setiap pendaftar yang memenuhi persyaratan diberikan tanda bukti pendaftaran, yang harus ditandatangani oleh Calon Peserta Didik Baru dan panitia di sekolah;
D JADWAL PENDAFTARAN
Pendafataran dilakukan dengan datang sendiri atau kolektif sekolah dengan jadwal sebagai berikut:
BULAN TANGGAL KEGIATAN
APRIL 2010 23 - 29 Pendaftaran
25 - 29 Seleksi Administrasi Pendaftaran
MEI 2010 3 Pengumuman hasil Seleksi Administrasi
5 - 6 Tes Tulis Akademik
14 Pengumuman Tes Akademik
15 Tes Psikotes
17 - 18 1. Tes Praktik
2. Interview
JUNI 2010 5 Pengumuman Final Seleksi PPDB Mandiri
7-8 Lapor diri
E JADWAL TAHAPAN SELEKSI
NO KEGIATAN TANGGAL WAKTU KETERANGAN
1 Tes Tulis Akademik 5 Mei 2010
08.00 – 09.30 WIB
10.00 – 11.30 WIB 1. Matematika (40 soal)
2. Bhs Inggris (50 soal)
6 Mei 2010
08.00 – 09.30 WIB
10.00 – 11.30 WIB
12.30 – 14.30 WIB 1. IPA (50 soal)
2. Bhs Indonesia (50 soal)
3. IPS (50 soal)
2 Psikotest 15 Mei 2010 08.00 – 14.00 WIB 1. Hanya peserta didik yang lulus tahap seleksi akademik tg 5 – 6 Mei 2010
2. Dilakukan oleh Lembaga Psikologi Independent
3
Tes Praktik
17– 18 Mei 2010 Kelompok A:
08.00 – 15.00 WIB 1. Komputer
2. Interview Orang Tua dan Peserta didik dengan Panitia Sekola
17 – 18 Mei 2010 Kelompok B:
08.00 – 15.00 WIB 1. Komputer
2. Interview Orang Tua dan Peserta didik dengan Panitia Sekolah
F TEMPAT PELAKSANAAN
Layanan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru Jalur Mandiri SMA RSBI Jakarta hanya dilaksanakan di SMA Negeri RSBI Jakarta dengan alamat:
SMA Negeri RSBI Jakarta
...............................................
..............................................
..............................................
G PESERTA LUAR DAERAH DAN PRESTASI
1. Calon Peserta Didik Baru dari luar Provinsi DKI Jakarta adalah Calon Peserta Didik Baru yang berasal dari lulusan sekolah luar Provinsi DKI Jakarta
2. Calon Peserta Didik Baru yang berprestasi adalah Calon Peserta Didik Baru yang memiliki prestasi dalam bidang Akademik dan Non-Akademik.
3. Aturan dan jadwal pelaksanaan dilakukan tersendiri .
4. Peserta Didik lulusan SMP/MTs yang berasal dari luar Provinsi DKI, dan Calon Peserta Didik Baru dari sekolah luar negeri dapat diterima maksimum 5% dari daya tampung.
5. Bagi peserta didik berprestasi dalam bidang Akademik dan Non Akademik berlaku ketentuan kuota maksimal 5%*)
6. Kuota maksimal 5 % bagi peserta didik yang berasal dari Luar Provinsi DKI Jakarta termasuk di dalamnya peserta didik berprestasi, berlaku untuk pendaftaran Jalur Mandiri*).
Catatan:
*) diatur tersendiri
H DAYA TAMPUNG
JALUR % RASIO DT Sekolah
Mandiri 80% X 80%
Online 20% X 20 %
JUMLAH 100% 100 %
DT : Daya Tampung
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU JALUR MANDIRI
SMA NEGERI RSBI DI JAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2010/2011
Sumber : beberapa web SMA Negeri RSBI
A . KETENTUAN UMUM
1. Bahwa tahun pelajaran 2010/2011 SMA Negeri RSBI Jakarta akan melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui 2 (dua) jalur yaitu Jalur Mandiri dan Jalur Online.
2. Jumlah peserta didik yang akan diterima adalah masing-masing maksimum 80% melalui Jalur Mandiri dan 20% melalui Jalur Online dari daya tampung.
3. Daya tampung peserta didik kelas X tahun pelajaran 2010/2011 adalah sesuai DT Sekolah dengan komposisi rasio per kelas adalah maksimum 36 peserta didik.
4. Tempat Pendaftaran Peserta Didik Jalur Mandiri SMA RSBI Jakarta hanya di SMA RSBI Jakarta.
5. Calon Peserta Didik Baru yang sudah diterima di semua Sekolah RSBI, tidak dapat mendaftar kembali pada waktu pendaftaran PPDB Online.
6. Calon Peserta Didik Baru yang telah diterima wajib lapor diri di SMA RSBI Jakarta dengan menyerahkan tanda bukti pendaftaran sesuai jadwal yang ditentukan
7. Pelaksanaan PPDB MANDIRI dilakukan hanya 1 (satu) putaran.
8. Apabila Calon Peserta Didik Baru yang diterima melalui Jalur Mandiri tidak lapor diri sesuai jadwal yang ditentukan, Calon Peserta Didik Baru tersebut dinyatakan mengundurkan diri dan tidak dapat mendaftar pada Jalur Online.
9. Tidak ada pungutan biaya dalam bentuk apapun selama proses pelaksanaan PPDB Mandiri.
B PERSYARATAN PESERTA
1. Memiliki Raport Semester 1 – 5 SMP/ MTs.
2. Nilai Raport mata pelajaran (Matematika, IPA, IPS, Bhs Indonesia, dan Bhs Inggris) tiap semester minimal 7,5.
3. Memiliki Surat Akte Kelahiran.
4. Memiliki Surat keterangan sehat & bebas narkoba dari dokter.
5. MemilikiSurat kelakuan baik dari sekolah asal.
6. MemilikiSurat keterangan sedang duduk di kelas IX dari sekolah asal.
7. Menandatangani surat pernyataan bersedia mengikuti seleksi PPDB.
8. Syarat Pendukung:
• Sertifikat kursus Bhs Inggris dan atau Komputer;
• Sertifikat/piagam Prestasi kejuaraan akademik/ non-akademik minimal tingkat Kabupaten/Kota;
C TATA CARA PELAKSANAAN
1. Calon Peserta Didik Baru SMA mendaftar sendiri atau kolektif sekolah dengan datang langsung di SMA RSBI Jakarta;
2. Mengisi formulir yang disediakan oleh Panitia Sekolah; dengan menyerahkan kelengkapan persyaratan (lihat B)
3. Pada saat pendaftaran menunjukkan Nomor Peserta Ujian Nasional yang tertera pada Kartu Peserta Ujian Nasional atau keterangan lain dari sekolah asal;
4. Setiap pendaftar yang memenuhi persyaratan diberikan tanda bukti pendaftaran, yang harus ditandatangani oleh Calon Peserta Didik Baru dan panitia di sekolah;
D JADWAL PENDAFTARAN
Pendafataran dilakukan dengan datang sendiri atau kolektif sekolah dengan jadwal sebagai berikut:
BULAN TANGGAL KEGIATAN
APRIL 2010 23 - 29 Pendaftaran
25 - 29 Seleksi Administrasi Pendaftaran
MEI 2010 3 Pengumuman hasil Seleksi Administrasi
5 - 6 Tes Tulis Akademik
14 Pengumuman Tes Akademik
15 Tes Psikotes
17 - 18 1. Tes Praktik
2. Interview
JUNI 2010 5 Pengumuman Final Seleksi PPDB Mandiri
7-8 Lapor diri
E JADWAL TAHAPAN SELEKSI
NO KEGIATAN TANGGAL WAKTU KETERANGAN
1 Tes Tulis Akademik 5 Mei 2010
08.00 – 09.30 WIB
10.00 – 11.30 WIB 1. Matematika (40 soal)
2. Bhs Inggris (50 soal)
6 Mei 2010
08.00 – 09.30 WIB
10.00 – 11.30 WIB
12.30 – 14.30 WIB 1. IPA (50 soal)
2. Bhs Indonesia (50 soal)
3. IPS (50 soal)
2 Psikotest 15 Mei 2010 08.00 – 14.00 WIB 1. Hanya peserta didik yang lulus tahap seleksi akademik tg 5 – 6 Mei 2010
2. Dilakukan oleh Lembaga Psikologi Independent
3
Tes Praktik
17– 18 Mei 2010 Kelompok A:
08.00 – 15.00 WIB 1. Komputer
2. Interview Orang Tua dan Peserta didik dengan Panitia Sekola
17 – 18 Mei 2010 Kelompok B:
08.00 – 15.00 WIB 1. Komputer
2. Interview Orang Tua dan Peserta didik dengan Panitia Sekolah
F TEMPAT PELAKSANAAN
Layanan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru Jalur Mandiri SMA RSBI Jakarta hanya dilaksanakan di SMA Negeri RSBI Jakarta dengan alamat:
SMA Negeri RSBI Jakarta
...............................................
..............................................
..............................................
G PESERTA LUAR DAERAH DAN PRESTASI
1. Calon Peserta Didik Baru dari luar Provinsi DKI Jakarta adalah Calon Peserta Didik Baru yang berasal dari lulusan sekolah luar Provinsi DKI Jakarta
2. Calon Peserta Didik Baru yang berprestasi adalah Calon Peserta Didik Baru yang memiliki prestasi dalam bidang Akademik dan Non-Akademik.
3. Aturan dan jadwal pelaksanaan dilakukan tersendiri .
4. Peserta Didik lulusan SMP/MTs yang berasal dari luar Provinsi DKI, dan Calon Peserta Didik Baru dari sekolah luar negeri dapat diterima maksimum 5% dari daya tampung.
5. Bagi peserta didik berprestasi dalam bidang Akademik dan Non Akademik berlaku ketentuan kuota maksimal 5%*)
6. Kuota maksimal 5 % bagi peserta didik yang berasal dari Luar Provinsi DKI Jakarta termasuk di dalamnya peserta didik berprestasi, berlaku untuk pendaftaran Jalur Mandiri*).
Catatan:
*) diatur tersendiri
H DAYA TAMPUNG
JALUR % RASIO DT Sekolah
Mandiri 80% X 80%
Online 20% X 20 %
JUMLAH 100% 100 %
DT : Daya Tampung
Label:
2010-2011,
daya tampung,
jalur mandiri,
kuota,
pendidikan,
PPDB SMA,
Rencana Pendidikan,
RSBI,
SMA
Tuesday, March 2, 2010
Beasiswa Jepang untuk pelajar Indonesia (3)
Beasiswa Hitachi PDF Print E-mail
Scholarship Program for Postgraduate Study in Japan
The Hitachi Scholarship provides an excellent opportunity for Southeast Asian universities to send faculty members, who wish to continue teaching and research at their universities after graduation, to Japan as part of their human development programs. Recipients of this award are invited to attend Japanese public and private graduate schools that have close relationships with Southeast Asian universities. The Scholarship provides financial support and personal assistance and consultation.
Eligibility for the program is limited to faculty members up to the age of 30 for masters degree candidates or 35 for Ph. D. degree cabdidates in the fields of scince and technology and each applicant must be recommended by a senior staff at their home university as a potential cabdidate for international reasearch collaboration after graduation. Each grantee receives full financial support to study Japanese for six months after arrival. The Foundation funds tour programs every year to visit various location in the fields of industry, science technology, research, culture, history, society and nature so that the grantees’ experience and understanding during their stay in Japan will not be limited to one campus.
Term of assistance
Masters degree candidates:
2-1/2 years
LPh.D. degree candidates:
3-1/2 years
Scholarship and other financial support
Airfare:
Economy class roundtrip airfare
Stipend:
¥180,000 per month
Japanese language course:
At cost for 6months
Expenses for field trips in Japan:
¥50,000 per year upon request from host professor
Expenses for Int’l conferences:
At cost upon request from host professor
Arrival and return allowance:
¥50,000 each
Tuition and other school expenses:
At cost
Housing allowance: (maxmum per month)
Greater Metropolitan Tokyo:
¥60,000 (Single)
¥90,000 (With family)
Other areas:
¥40,000 (Single)
¥55,000 (With family)
Qualifications
• Be faculty members of one of the 15 eligible universities in 6 nations.
• Have been nominated by their university’s presidential office, with the approval and recommendation of the faculty and the department.
• Have received a specific and confirmed invitation from a professor at a Japanese university, who will act as the host professor to collaborate with and/or advise the applicant until graduation or the completion of the program.
Application and Screening
1. Applicants to all programs must be faculty members at one of the eligible universities.
2. English will be the common language used in most of the international conferences. Therefore,we strongly suggest that applicants have a good knowledge of English as a communication tool. A TOEFL score of 530 or above is preferred.
3. The Foundation shall mail application forms every year in June to the presidential office of each university.
4. Each applicant shall submit the application to his/her university’s presidential office with all requested information. The Foundation will accept applications and nomination letters from the presidential offices until the end of November. No direct application from individual will be accepted.
5. The application form should be supplemented with a recommendation letter from the Head of Department and/or the Dean of Faculty, along with a confirmed certificate of acceptance from a Japanese host professor (Scholarship) or advisory professor/research counterpart (Research/Komai Fellowship).
6. The selection committee of the Foundation initially screens applications received and identifies candidates to interview.
7. Interviews with candidates shall be carried out individually, usually at candidates’ home universities, during the period from January to April.
8. One of the most important points for evaluation is why the university has nominated the candidate and what kind of scenario the department or faculty has for the candidate in terms of academic collaboration after graduation. If the applicant’s department or faculty has been implementing specific cooperation/collaboration with the laboratory of the proposed host professor in Japan, this will receive positive consideration in the screening of the candidate.
9. Following the interview, the Foundation may contact both senior advisors at the home university and the proposed host professor in Japan for further verification.
10. Notification of final decisions will be made to the presidential offices, and award notices will be sent to each successful candidate in June.
Eligible Universities
Indonesia
• University of Indonesia
• Bandung Institute of Technology
• Gadjah Mada University
• Surabaya Institute of Technology
Singapore
• The National University of Singapore
Malaysia
• University of Malaya
• University of Technology Malaysia
Thailand
• Chulalongkorn University
• Chiang Mai University
• Khon Kaen University
• King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang
• King Mongkut’s University of Technology Thonburi
The Philippines
• University of the Philippines
Vietnam
• Hanoi University of Technology
• Ho Chi Minh City University of Technology
untuk info lebih lanjut silahkan klik http://www.hitachi-zaidan.org/global/scholarship/activities/active01.html
THE OKAZAKI KAHEITA INTERNATIONAL SCHOLARSHIP FOUNDATION PDF Print E-mail
Anyone who supports the objectives of the foundation to build his/her own country and to
promote international friendship, is outstanding in personality and ability, in sound health and is
deemed to be in need of financial assistance for educational expenses, and who meets the following qualifications:
(1)Be a citizen of Indonesia
(2)Be a resident of Indonesia on April 1, 2010
(3)Be born after April 2, 1986
(4)Academic Qualifications: Must have graduated from a university designated by our
foundation prior to March 31, 2011 and be able to obtain a letter of recommendation from
his/her supervising professor.
The applicants also required to have completed a total of 16 years of education at
recognized educational facilities.
(5)Major: The field of study selected by the applicant must be the same as his/her major at the
undergraduate level. (Preferably, the applicant should have selected the university of
his/her choice and the supervising professor under whom he/her wishes to pursue
graduate studies.)
The applicant’s proposed research theme should be suitable for study at the graduate level
in a Japanese university.
(6)Language ability: Must be able to understand graduate level lectures taught in Japanese
or English. Selected applicants who have not yet learned Japanese are required to attend a Japanese language course at a language school for 6 months (approximately 500 hours)prior to coming to Japan.
Furthermore, the selected applicant shall be required
(7) Dwelling: Must principally be willing to live in the ANA dormitory.
Note: The foundation thinks it desirable for the students to live in the ANA dormitory
Not only for the purpose of saving living expenses but also for the purpose of
associating daily with young Japanese people living in the same facility.
(8) Others: The foundation deems it most suitable that the selected applicant come to Japan
alone(without his/her family)to study under our program.
(ⅰ)The student must live alone(without his/her family)for the first year in Japan.
(ⅱ)After one year it is possible for the selected student to live with his/her family if
he/she wished to do so, but the foundation cannot give any assistance for his/her
family.
Note: It is generally very hard for students from abroad to live and study in Japan
With his/her family, as the student will meet many difficulties such as the high cost of living, housing problems and language difficulty.
http://www.okazakizaidan.or.jp/info/
Beasiswa Hasiya PDF Print E-mail
1. Nama Beasiswa
橋谷(はしや)奨学金
2. Besar Beasiswa dan lama periode Beasiswa
100.000/bulan
Sampai lulus degree saat apply
(mis apply saat M1 atau M2, tetap cuma sampai lulus S2)
3. Cara Pendaftaran dan Tahapan Seleksi
Pendaftaran melalui International Affair kampus
Seleksi hanya seleksi berkas
4. Tips-tips
Tidak ada tips khusus
Karena hanya ada seleksi berkas (tidak ada wawancara), berkas-berkasnya harus bagus, termasuk nilai
Beasiswa ini khusus untuk orang Indonesia, tapi kadang-kadang formulirnya tidak disediakan di kampus. Untuk kasus seperti ini, bisa minta International Affair untuk menelepon ke Hasiya untuk meminta formulir.
Narasumber : MY(Atas permintaan nara sumber untuk tidak ditampilkan)
Scholarship Program for Postgraduate Study in Japan
The Hitachi Scholarship provides an excellent opportunity for Southeast Asian universities to send faculty members, who wish to continue teaching and research at their universities after graduation, to Japan as part of their human development programs. Recipients of this award are invited to attend Japanese public and private graduate schools that have close relationships with Southeast Asian universities. The Scholarship provides financial support and personal assistance and consultation.
Eligibility for the program is limited to faculty members up to the age of 30 for masters degree candidates or 35 for Ph. D. degree cabdidates in the fields of scince and technology and each applicant must be recommended by a senior staff at their home university as a potential cabdidate for international reasearch collaboration after graduation. Each grantee receives full financial support to study Japanese for six months after arrival. The Foundation funds tour programs every year to visit various location in the fields of industry, science technology, research, culture, history, society and nature so that the grantees’ experience and understanding during their stay in Japan will not be limited to one campus.
Term of assistance
Masters degree candidates:
2-1/2 years
LPh.D. degree candidates:
3-1/2 years
Scholarship and other financial support
Airfare:
Economy class roundtrip airfare
Stipend:
¥180,000 per month
Japanese language course:
At cost for 6months
Expenses for field trips in Japan:
¥50,000 per year upon request from host professor
Expenses for Int’l conferences:
At cost upon request from host professor
Arrival and return allowance:
¥50,000 each
Tuition and other school expenses:
At cost
Housing allowance: (maxmum per month)
Greater Metropolitan Tokyo:
¥60,000 (Single)
¥90,000 (With family)
Other areas:
¥40,000 (Single)
¥55,000 (With family)
Qualifications
• Be faculty members of one of the 15 eligible universities in 6 nations.
• Have been nominated by their university’s presidential office, with the approval and recommendation of the faculty and the department.
• Have received a specific and confirmed invitation from a professor at a Japanese university, who will act as the host professor to collaborate with and/or advise the applicant until graduation or the completion of the program.
Application and Screening
1. Applicants to all programs must be faculty members at one of the eligible universities.
2. English will be the common language used in most of the international conferences. Therefore,we strongly suggest that applicants have a good knowledge of English as a communication tool. A TOEFL score of 530 or above is preferred.
3. The Foundation shall mail application forms every year in June to the presidential office of each university.
4. Each applicant shall submit the application to his/her university’s presidential office with all requested information. The Foundation will accept applications and nomination letters from the presidential offices until the end of November. No direct application from individual will be accepted.
5. The application form should be supplemented with a recommendation letter from the Head of Department and/or the Dean of Faculty, along with a confirmed certificate of acceptance from a Japanese host professor (Scholarship) or advisory professor/research counterpart (Research/Komai Fellowship).
6. The selection committee of the Foundation initially screens applications received and identifies candidates to interview.
7. Interviews with candidates shall be carried out individually, usually at candidates’ home universities, during the period from January to April.
8. One of the most important points for evaluation is why the university has nominated the candidate and what kind of scenario the department or faculty has for the candidate in terms of academic collaboration after graduation. If the applicant’s department or faculty has been implementing specific cooperation/collaboration with the laboratory of the proposed host professor in Japan, this will receive positive consideration in the screening of the candidate.
9. Following the interview, the Foundation may contact both senior advisors at the home university and the proposed host professor in Japan for further verification.
10. Notification of final decisions will be made to the presidential offices, and award notices will be sent to each successful candidate in June.
Eligible Universities
Indonesia
• University of Indonesia
• Bandung Institute of Technology
• Gadjah Mada University
• Surabaya Institute of Technology
Singapore
• The National University of Singapore
Malaysia
• University of Malaya
• University of Technology Malaysia
Thailand
• Chulalongkorn University
• Chiang Mai University
• Khon Kaen University
• King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang
• King Mongkut’s University of Technology Thonburi
The Philippines
• University of the Philippines
Vietnam
• Hanoi University of Technology
• Ho Chi Minh City University of Technology
untuk info lebih lanjut silahkan klik http://www.hitachi-zaidan.org/global/scholarship/activities/active01.html
THE OKAZAKI KAHEITA INTERNATIONAL SCHOLARSHIP FOUNDATION PDF Print E-mail
Anyone who supports the objectives of the foundation to build his/her own country and to
promote international friendship, is outstanding in personality and ability, in sound health and is
deemed to be in need of financial assistance for educational expenses, and who meets the following qualifications:
(1)Be a citizen of Indonesia
(2)Be a resident of Indonesia on April 1, 2010
(3)Be born after April 2, 1986
(4)Academic Qualifications: Must have graduated from a university designated by our
foundation prior to March 31, 2011 and be able to obtain a letter of recommendation from
his/her supervising professor.
The applicants also required to have completed a total of 16 years of education at
recognized educational facilities.
(5)Major: The field of study selected by the applicant must be the same as his/her major at the
undergraduate level. (Preferably, the applicant should have selected the university of
his/her choice and the supervising professor under whom he/her wishes to pursue
graduate studies.)
The applicant’s proposed research theme should be suitable for study at the graduate level
in a Japanese university.
(6)Language ability: Must be able to understand graduate level lectures taught in Japanese
or English. Selected applicants who have not yet learned Japanese are required to attend a Japanese language course at a language school for 6 months (approximately 500 hours)prior to coming to Japan.
Furthermore, the selected applicant shall be required
(7) Dwelling: Must principally be willing to live in the ANA dormitory.
Note: The foundation thinks it desirable for the students to live in the ANA dormitory
Not only for the purpose of saving living expenses but also for the purpose of
associating daily with young Japanese people living in the same facility.
(8) Others: The foundation deems it most suitable that the selected applicant come to Japan
alone(without his/her family)to study under our program.
(ⅰ)The student must live alone(without his/her family)for the first year in Japan.
(ⅱ)After one year it is possible for the selected student to live with his/her family if
he/she wished to do so, but the foundation cannot give any assistance for his/her
family.
Note: It is generally very hard for students from abroad to live and study in Japan
With his/her family, as the student will meet many difficulties such as the high cost of living, housing problems and language difficulty.
http://www.okazakizaidan.or.jp/info/
Beasiswa Hasiya PDF Print E-mail
1. Nama Beasiswa
橋谷(はしや)奨学金
2. Besar Beasiswa dan lama periode Beasiswa
100.000/bulan
Sampai lulus degree saat apply
(mis apply saat M1 atau M2, tetap cuma sampai lulus S2)
3. Cara Pendaftaran dan Tahapan Seleksi
Pendaftaran melalui International Affair kampus
Seleksi hanya seleksi berkas
4. Tips-tips
Tidak ada tips khusus
Karena hanya ada seleksi berkas (tidak ada wawancara), berkas-berkasnya harus bagus, termasuk nilai
Beasiswa ini khusus untuk orang Indonesia, tapi kadang-kadang formulirnya tidak disediakan di kampus. Untuk kasus seperti ini, bisa minta International Affair untuk menelepon ke Hasiya untuk meminta formulir.
Narasumber : MY(Atas permintaan nara sumber untuk tidak ditampilkan)
Label:
beasiswa 2010,
beasiswa jepang 2010,
cara mudah,
jepang,
kuliah,
pendidikan,
tes
Thursday, February 25, 2010
Bahan Ajar Geografi SMA
Bahan ajar geografi semakin tahun semakin banyak terdapt di internet. Harapannya agar siswa semakin mudah mengenali tanah air dan bangsanya. Tidak asal bicara ketika ada bencana alam, tetapi pakai data dan fakta.
Berikut bahan ajar geogafi dari www.edukasi.net, semoga bermanfaat.
1. Peta dan Inderaja
2. Pengetahun Peta
3. Skala dan Proyeksi
4. Sistim Infrormsi Geografi
5. Sumberdaya Manusia
6. Peraian Darat dan Laut
7. Laut dan Pesisir
8. Lithosfer
9. Cuaca dan Iklim
10. Lingkungan dan Pembangunan
11. Bentuk muka bumi
12. Geografi dan manfaatnya
13. Penginderan Jauh
14. Atmosfer
15. Pedosfer
16. Lahan Kritis
Berikut bahan ajar geogafi dari www.edukasi.net, semoga bermanfaat.
1. Peta dan Inderaja
2. Pengetahun Peta
3. Skala dan Proyeksi
4. Sistim Infrormsi Geografi
5. Sumberdaya Manusia
6. Peraian Darat dan Laut
7. Laut dan Pesisir
8. Lithosfer
9. Cuaca dan Iklim
10. Lingkungan dan Pembangunan
11. Bentuk muka bumi
12. Geografi dan manfaatnya
13. Penginderan Jauh
14. Atmosfer
15. Pedosfer
16. Lahan Kritis
Label:
lahan kritis,
Mteri Geografi,
pedosfer,
pendidikan,
per mata pelajaran,
peta,
proyeksi,
sig,
skala,
tmosfer
Thursday, February 18, 2010
KUMPULAN SOAL UJIAN PERGURUAN TINGGI
Lulus pada Ujian Perguruan Tinggi merupakan sebuah kebanggan yang patut disyukuri. Sebuah prestasi dan prestise tentunya buat siswa dan keluarga. Kenyataan menunjukkan bahwa satu tempat duduk banyak diperebutkan siswa, ini menjadi tidak sebanding jika kita melihat beberapa jurusan favorite. STEI ITB, Pendidikan Dokter UI, Akuntansi UI, Hubungan Internasional UI, FSRD ITB, Teknologi Pangan Gizi IPB dan lain-lain. Kondisi ini terkadang membuat siswa menjadi mengambil jalan pintas, padahal tingkat kesukaran soal Ujian Perguruan Tinggi mempuanyai "kelas" tersendiri. Sehingga hanya anak yang mampu mengerjakan soal secara "keseluruhan" (bukan semua soal, loh hehehhe) secara tepat dan cepat.
Untuk itu melalui blog ini, saya hanya bisa memberikan soal-soal tahun-tahun terdahulu. Soal-soal tersebut mempunyai variasi yang baik dan telah tervalidasi. Sehingga saya berharap soal-soal tersebut dapat memberikan gambaran kepada siswa seperti apa Ujian Perguruan Tinggi Negeri.
KUMPULAN SOAL IPA
1. IPA TERPADU 2004
2. IPA TERPADU 2003
3. IPA TERPADU 2005
4. IPA TERPADU 2006
5. IPA TERPADU 1998
6. MATEMATIKA IPA 2000
7. MATEMATIKA IPA 20011
8. IPA TERPADU 1995
9. IPA TERPADU 2002
10. MATEMATIKA IPA 1999
11. IPA TERPADU 1997
12. IPA TERPADU 1996
13. IPA TERPADU 2001
14. IPA TERPADU 2000
15. MATEMATIKA IPA
16. MATEMATIKA IPA 2004
17. MATEMATIKA IPA 1996
18. MATEMATIKA IPA 2007
20. MATEMATIKA IPA 2006
21. MATEMATIKA IPA 1997
22. MATEMATIKA IPA 2005
23. MATEMATIKA IPA 1995
24. MATEMATIKA IPA 2002
25.MATEMATIKA IPA 1998
Untuk itu melalui blog ini, saya hanya bisa memberikan soal-soal tahun-tahun terdahulu. Soal-soal tersebut mempunyai variasi yang baik dan telah tervalidasi. Sehingga saya berharap soal-soal tersebut dapat memberikan gambaran kepada siswa seperti apa Ujian Perguruan Tinggi Negeri.
KUMPULAN SOAL IPA
1. IPA TERPADU 2004
2. IPA TERPADU 2003
3. IPA TERPADU 2005
4. IPA TERPADU 2006
5. IPA TERPADU 1998
6. MATEMATIKA IPA 2000
7. MATEMATIKA IPA 20011
8. IPA TERPADU 1995
9. IPA TERPADU 2002
10. MATEMATIKA IPA 1999
11. IPA TERPADU 1997
12. IPA TERPADU 1996
13. IPA TERPADU 2001
14. IPA TERPADU 2000
15. MATEMATIKA IPA
16. MATEMATIKA IPA 2004
17. MATEMATIKA IPA 1996
18. MATEMATIKA IPA 2007
20. MATEMATIKA IPA 2006
21. MATEMATIKA IPA 1997
22. MATEMATIKA IPA 2005
23. MATEMATIKA IPA 1995
24. MATEMATIKA IPA 2002
25.MATEMATIKA IPA 1998
Label:
2001,
2002,
2010,
dasar,
ipa,
IPATerpadu,
MATEMATIKA,
pendidikan,
PERGURUAN TINGGI,
Simak UI,
smpb,
UM UGM,
universitas
Tuesday, February 9, 2010
USMI 2010
Daftar siswa dieterim di IPB 2010
1. Diah Prabhandhari Teknik Sipil Lingkungan
2. Ericka Rizky Keumala Dewi Kedokteran Hewan
3. Gita Chiriana Rahmayanti Teknologi Industri Pertanin
4. R.A. Anandya Surya Dewi Teknologi Pangan
1. Diah Prabhandhari Teknik Sipil Lingkungan
2. Ericka Rizky Keumala Dewi Kedokteran Hewan
3. Gita Chiriana Rahmayanti Teknologi Industri Pertanin
4. R.A. Anandya Surya Dewi Teknologi Pangan
Sunday, February 7, 2010
Perusak permukaan bumi
Bicara kerusakan di muka bumi, berikut ini adalah tenaga yang merusak bumi dalam skala luas,.... bencana yang tak dapat dihindari,...
1. marshes.
2. Name That Deformation.
3. Mapping.
4. Huricane.
Semoga bermanfaat. Tetap semangat...
1. marshes.
2. Name That Deformation.
3. Mapping.
4. Huricane.
Semoga bermanfaat. Tetap semangat...
Label:
Evaluasi Pembelajaran,
Geografi,
pendidikan,
perusak bumi,
power point,
ppt
Thursday, January 28, 2010
Persoalan UN adalah Cermin Masyarakat Indonesia
abu, 13 Januari 2010 | 10:20 WIB
shutterstock
Ilustrasi: Sebesar apapun tekanan terhadap rencana pelaksanaannya, UN tetap akan dilaksanakan dan diterima masyarakat, kendatipun sebetulnya itu adalah keterpaksaan.
TERKAIT:
* Persiapan UN Kuras Saku Siswa
* Wah... "Facebookers" juga Menolak UN!
* UN Bukan Satu-satunya Penentu Kelulusan
JAKARTA, KOMPAS.com - Semua persoalan terkait penyelanggaraan Ujian Nasional (UN) merupakan cerminan masyarakat Indonesia, yakni sulitnya memberantas budaya korupsi.
Artinya, persoalan UN justeru berpangkal dari sebuah persoalan paling fundamental di negara ini, yaitu korupsi. Persoalan yang tiada habisnya dipermasalahkan tanpa banyak yang bisa dituntaskan.
"Tetapi, kita sebagai pendidik dan pengelola pendidikan harus mengembalikan semuanya pada perjuangan anak-anak didik," ucap Kepala SMA Kolese Kanisius Jakarta, Rm Heru Hendarto, Selasa (12/1/2010).
"Saya sudah protes sana-sini, tetapi seberapa besar sih kekuatannya? Wong, putusan MA pun tidak ada yang diakomodir," tambahnya.
Menanggapi pandangan tersebut, pengamat pendidikan Darmaningtyas bahkan menyayangkan sikap Komisi X DPR RI jika kelak tidak tegas terhadap keteguhan pemerintah menggelar UN. Darmaningtyas beranggapan, banyak anggota Komisi X yang tidak paham akan banyaknya manipulasi di dalam pelaksanaan UN.
"Mereka tidak tahu, bahwa di lapangan itu banyak guru yang heran melihat murid-murid mereka sendiri kok standar nilai UN-nya tinggi sekali, jauh dari nilai hariannya," ujarnya.
Keterpaksaan
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Kolese Gonzaga Romo Y. Alis Windu Prasetya mengatakan, sebesar apapun tekanan masyarakat terhadap rencana pelaksanaannya, UN tetap akan dilaksanakan dan diterima, kendatipun sebetulnya itu adalah keterpaksaan.
"Mau tak mau itu akan dilaksanakan, bahkan siswa kami sendiri pun sampai bertanya, untuk apa sebetulnya UN, karena kalau begini terus lebih tidak perlu ada UN," ujar Alis.
Siswa, kata Alis, adalah subyek pendidikan, bukan sebaliknya sebagai obyek, yang akhirnya malah menjadi korban dari pendidikan itu sendiri (kebijakan). Tidak heran, Alis mengaku geleng kepala melihat besarnya anggaran UN dan keluhan orang tua.
"Banyak hamburkan uang, UN itu tidak realistis, ada orang tua yang mengatakan hal semacam itu kepada kami, sebab ada UN berarti keluar tambahan biaya," ujarnya.
Lebih dari itu, kata Alis, pelaksanaan kebijakan UN yang selama ini menjadi penentu kelulusan pun sebetulnya kian menjauhkan apa yang disebutnya dengan otonomi sekolah.
"Itu omong kosong, kurikulum KTSP itu mestinya sesuai dengan otonomi sekolah, nyatanya?" tambah Alis.
Kiranya, apapun yang terjadi nanti di UN, sudah saatnya semua pihak saat ini berjuang demi anak-anak didik dengan cara-cara yang bermatabat. Yaitu, menjunjung tinggi kejujuran sebagai hal utama, demi masa depan anak didik.
shutterstock
Ilustrasi: Sebesar apapun tekanan terhadap rencana pelaksanaannya, UN tetap akan dilaksanakan dan diterima masyarakat, kendatipun sebetulnya itu adalah keterpaksaan.
TERKAIT:
* Persiapan UN Kuras Saku Siswa
* Wah... "Facebookers" juga Menolak UN!
* UN Bukan Satu-satunya Penentu Kelulusan
JAKARTA, KOMPAS.com - Semua persoalan terkait penyelanggaraan Ujian Nasional (UN) merupakan cerminan masyarakat Indonesia, yakni sulitnya memberantas budaya korupsi.
Artinya, persoalan UN justeru berpangkal dari sebuah persoalan paling fundamental di negara ini, yaitu korupsi. Persoalan yang tiada habisnya dipermasalahkan tanpa banyak yang bisa dituntaskan.
"Tetapi, kita sebagai pendidik dan pengelola pendidikan harus mengembalikan semuanya pada perjuangan anak-anak didik," ucap Kepala SMA Kolese Kanisius Jakarta, Rm Heru Hendarto, Selasa (12/1/2010).
"Saya sudah protes sana-sini, tetapi seberapa besar sih kekuatannya? Wong, putusan MA pun tidak ada yang diakomodir," tambahnya.
Menanggapi pandangan tersebut, pengamat pendidikan Darmaningtyas bahkan menyayangkan sikap Komisi X DPR RI jika kelak tidak tegas terhadap keteguhan pemerintah menggelar UN. Darmaningtyas beranggapan, banyak anggota Komisi X yang tidak paham akan banyaknya manipulasi di dalam pelaksanaan UN.
"Mereka tidak tahu, bahwa di lapangan itu banyak guru yang heran melihat murid-murid mereka sendiri kok standar nilai UN-nya tinggi sekali, jauh dari nilai hariannya," ujarnya.
Keterpaksaan
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Kolese Gonzaga Romo Y. Alis Windu Prasetya mengatakan, sebesar apapun tekanan masyarakat terhadap rencana pelaksanaannya, UN tetap akan dilaksanakan dan diterima, kendatipun sebetulnya itu adalah keterpaksaan.
"Mau tak mau itu akan dilaksanakan, bahkan siswa kami sendiri pun sampai bertanya, untuk apa sebetulnya UN, karena kalau begini terus lebih tidak perlu ada UN," ujar Alis.
Siswa, kata Alis, adalah subyek pendidikan, bukan sebaliknya sebagai obyek, yang akhirnya malah menjadi korban dari pendidikan itu sendiri (kebijakan). Tidak heran, Alis mengaku geleng kepala melihat besarnya anggaran UN dan keluhan orang tua.
"Banyak hamburkan uang, UN itu tidak realistis, ada orang tua yang mengatakan hal semacam itu kepada kami, sebab ada UN berarti keluar tambahan biaya," ujarnya.
Lebih dari itu, kata Alis, pelaksanaan kebijakan UN yang selama ini menjadi penentu kelulusan pun sebetulnya kian menjauhkan apa yang disebutnya dengan otonomi sekolah.
"Itu omong kosong, kurikulum KTSP itu mestinya sesuai dengan otonomi sekolah, nyatanya?" tambah Alis.
Kiranya, apapun yang terjadi nanti di UN, sudah saatnya semua pihak saat ini berjuang demi anak-anak didik dengan cara-cara yang bermatabat. Yaitu, menjunjung tinggi kejujuran sebagai hal utama, demi masa depan anak didik.
Label:
2010,
Indoensia,
pendidikan,
Ujian Nasional,
UN
PDI-P: UN Hasilkan Peta Pendidikan Palsu!
Laporan wartawan KOMPAS Ester Lince Napitupulu
Rabu, 27 Januari 2010 | 12:14 WIB
HERU SRI KUMORO/KOMPAS IMAGES
Ilustrasi: Heri mengatakan, penyelenggaraan UN yang dipakai sekarang ini telah terjadi kecurangan yang sistematis dan massif.
TERKAIT:
* Putusan UN Harus Dieksekusi
* Pernyataan SBY Bukan untuk Pendidikan
* Persoalan UN adalah Cermin Masyarakat Indonesia
JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang tetap dipaksakan pemerintah pada tahun ini pascaputusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi pemerintah soal gugatan UN hanya menghasilkan peta pendidikan nasional yang palsu.
"Peta pendididikan nasional yang diklaim dari hasil UN juga palsu"
-- Heri Akhmadi
Hasil UN diyakini tidak mencerminkan kualitas pendidikan yang sesungguhnya, tetapi hasil dari kecurangan massif. Demikian pernyataan Fraksi PDI Perjuangan Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (27/1/2010), terkait pelaksanaan Ujian nasional (UN) yang tetap dilaksanakan sebagai syarat kelulusan siswa.
Hadir dalam penyampaian pernyataan tersebut antara lain Heri Akhmadi, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Komisi X, Dedi "Miing" Gumelar, Putu Guntur Soekarno, dan Guruh Irianto Sukarno Putra.
Heri mengatakan, penyelenggaraan UN yang dipakai sekarang ini telah terjadi kecurangan yang sistematis dan massif. "Peta pendididikan nasional yang diklaim dari hasil UN juga palsu," kata Heri.
Hal itu, tambah Heri, ditandai dengan adanya sejumlah sekolah yang kategorinya berkualitas tetapi banyak siswa yang tidak lulus. Bahkan, ada sekolah yang seluruh siswanya tidak lulus.
Di sisi lain, ada sejumlah sekolah yang kategorinya kurang berkualitas, justru bisa meluluskan seluruh siswanya. "Pemerintah tidak boleh menutup mata dan harus jujur mengakui bahwa ada masalah yang serius di balik penyelenggaraan UN saat ini," tegas Heri.
Rabu, 27 Januari 2010 | 12:14 WIB
HERU SRI KUMORO/KOMPAS IMAGES
Ilustrasi: Heri mengatakan, penyelenggaraan UN yang dipakai sekarang ini telah terjadi kecurangan yang sistematis dan massif.
TERKAIT:
* Putusan UN Harus Dieksekusi
* Pernyataan SBY Bukan untuk Pendidikan
* Persoalan UN adalah Cermin Masyarakat Indonesia
JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang tetap dipaksakan pemerintah pada tahun ini pascaputusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi pemerintah soal gugatan UN hanya menghasilkan peta pendidikan nasional yang palsu.
"Peta pendididikan nasional yang diklaim dari hasil UN juga palsu"
-- Heri Akhmadi
Hasil UN diyakini tidak mencerminkan kualitas pendidikan yang sesungguhnya, tetapi hasil dari kecurangan massif. Demikian pernyataan Fraksi PDI Perjuangan Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (27/1/2010), terkait pelaksanaan Ujian nasional (UN) yang tetap dilaksanakan sebagai syarat kelulusan siswa.
Hadir dalam penyampaian pernyataan tersebut antara lain Heri Akhmadi, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Komisi X, Dedi "Miing" Gumelar, Putu Guntur Soekarno, dan Guruh Irianto Sukarno Putra.
Heri mengatakan, penyelenggaraan UN yang dipakai sekarang ini telah terjadi kecurangan yang sistematis dan massif. "Peta pendididikan nasional yang diklaim dari hasil UN juga palsu," kata Heri.
Hal itu, tambah Heri, ditandai dengan adanya sejumlah sekolah yang kategorinya berkualitas tetapi banyak siswa yang tidak lulus. Bahkan, ada sekolah yang seluruh siswanya tidak lulus.
Di sisi lain, ada sejumlah sekolah yang kategorinya kurang berkualitas, justru bisa meluluskan seluruh siswanya. "Pemerintah tidak boleh menutup mata dan harus jujur mengakui bahwa ada masalah yang serius di balik penyelenggaraan UN saat ini," tegas Heri.
Label:
2010,
pemetaan pendidikan,
pendidikan,
Ujian Nasional,
UN
Sunday, January 24, 2010
USMI : Undangan Seleksi Masuk IPB
USMI adalah suatu cara penerimaan mahasiswa baru IPB program sarjana yang pelamarnya direkomendasikan oleh kepala sekolah. USMI telah dilaksanakan oleh IPB sejak tahun 1974 dengan nama Jalur Tanpa Tes dan Proyek Perintis II. Pada tahun 1984 - 1988 namanya menjadi PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan). Mulai tahun 1989 sampai sekarang dikenal dengan USMI.
Adapun latar belakang USMI adalah : (a) Setiap lulusan SLTA berhak memiliki kesempatan dan peluang yang sama dalam berkompetisi untuk mengikuti pendidikan di IPB, (b) Keragaman kualitas dan kuantitas fasilitas pendidikan bagi siswa SLTA antar propinsi di Indonesia, (c) Nilai seleksi sesaat (ujian saringan masuk) diasumsikan kurang begitu adil dan representatif dalam mengevaluasi potensi keberhasilan lulusan SLTA ke IPB dalam kondisi SLTA seperti disebutkan sebelumnya, (d) Guru adalah insan pendidik yang menjunjung tinggi kehormatan diri dari perbuatan tercela, (e) Daya tampung dan besarnya anggaran pendidikan tinggi sangat terbatas. Dengan latar belakang tersebut, maka tujuan dilaksanakannya USMI adalah : (a) Menjaring lulusan terbaru SLTA yang berpotensi melanjutkan pendidikan di IPB dengan mengandalkan nilai matematika, fisika, kimia, dan biologi dari rapor siswa selama lima semester di SLTA dan direkomendasikan Kepala Sekolah, (b) Mengupayakan adanya kesempatan pendidikan yang lebih adil bagi setiap lulusan terbaru SLTA dari setiap propinsi di Indonesia.
Informasi selengkapnya dapat menghubungi :
Sekretariat PPMB-USMI Program Sarjana
Gedung Andi Hakim Nasoetion, Rektorat lantai 2 Kampus IPB Darmaga Bogor, 16680
Telpon : +62-251-8624650, 8622642 ext. 216, Faks : +62-251-8422219
Email : usmi
ipb.ac.id
Adapun latar belakang USMI adalah : (a) Setiap lulusan SLTA berhak memiliki kesempatan dan peluang yang sama dalam berkompetisi untuk mengikuti pendidikan di IPB, (b) Keragaman kualitas dan kuantitas fasilitas pendidikan bagi siswa SLTA antar propinsi di Indonesia, (c) Nilai seleksi sesaat (ujian saringan masuk) diasumsikan kurang begitu adil dan representatif dalam mengevaluasi potensi keberhasilan lulusan SLTA ke IPB dalam kondisi SLTA seperti disebutkan sebelumnya, (d) Guru adalah insan pendidik yang menjunjung tinggi kehormatan diri dari perbuatan tercela, (e) Daya tampung dan besarnya anggaran pendidikan tinggi sangat terbatas. Dengan latar belakang tersebut, maka tujuan dilaksanakannya USMI adalah : (a) Menjaring lulusan terbaru SLTA yang berpotensi melanjutkan pendidikan di IPB dengan mengandalkan nilai matematika, fisika, kimia, dan biologi dari rapor siswa selama lima semester di SLTA dan direkomendasikan Kepala Sekolah, (b) Mengupayakan adanya kesempatan pendidikan yang lebih adil bagi setiap lulusan terbaru SLTA dari setiap propinsi di Indonesia.
Informasi selengkapnya dapat menghubungi :
Sekretariat PPMB-USMI Program Sarjana
Gedung Andi Hakim Nasoetion, Rektorat lantai 2 Kampus IPB Darmaga Bogor, 16680
Telpon : +62-251-8624650, 8622642 ext. 216, Faks : +62-251-8422219
Email : usmi

Panduan Melamar melalui Jalur USMI
- KELENGKAPAN DARI SISWA DAN ORANG TUA/WALI PELAMAR
(Lengkapilah Lampiran 3, Lampiran 2C, dan Lampiran 2A, ataukah 2B)- Semua pasfoto dalam berkas lamaran harus berwarna, terbaru dan berukuran 3x4 cm.
- Semua formulir harus diisi dengan tulisan tangan pelamar dan/atau orang tua/wali
- Pelamar wajib mengisi formulir pilihan mayor pada Lampiran 2C.
- Orang tua/Wali harus melengkapi Surat Pernyataan Biaya Pendidikan di IPB (bermeterai) pada Lampiran 2A ataukah Lampiran 2B; pilihlah satu lampiran yang sesuai dengan kemampuan ekonominya.
- Pelamar mengisi Biodata (bermeterai) pada Lampiran 3.
- a. Fotokopi rapor asli (termasuk halaman muka) mulai semester 1 kelas 10 sampai semester 2 kelas 11 SMA yang disahkan oleh Kepala Sekolah.
b. Tempelkan pasfoto di pojok kiri atas pada lembaran pertama fotokopi rapor. - Fotokopi Akta Kelahiran atau Surat Kenal Lahir.
- Bukti pembayaran uang pendaftaran sebesar Rp 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) dibayarkan pada waktu melamar untuk diseleksi dan dikirimkan secara berkelompok oleh Kepala Sekolah.
- KELENGKAPAN DARI SEKOLAH
(Lengkapilah Lampiran 4, 5, dan 6)- Mengisi Formulir Rekomendasi Kemampuan Diri dan Minat Pelamar pada Lampiran 4 untuk setiap siswa-pelamar.
- Mengisi satu lembar saja Formulir Keadaan SMA pada Lampiran 5 dan melampirkan fotokopi bukti akreditasi sekolah.
- Mengisi nama siswa yang berminat didaftarkan pada lembaran di Lampiran 6; lembaran ini dapat diperbanyak sesuai dengan keperluan.
- Mengirimkan bukti pembayaran pendaftaran seleksi sebanyak pelamar, seperti tercantum pada butir A6.
Jadwal USMI 2010
No | Kegiatan | Waktu |
1 | Pengiriman berkas undangan ke SLTA | 9 November 2009 |
2 | Batas akhir cap pos berkas lamaran dari SLTA | 4 Desember 2009 |
3 | Pengiriman hasil seleksi USMI ke SLTA | awal Februari 2010 |
4 | Batas akhir konfirmasi calon mahasiswa baru dan pembayaran biaya pendidikan (tahap I) | akhir bulan Februari 2010 |
5 | Registrasi mahasiswa baru jalur USMI | bulan Juli 2010 |
6 | Akses hasil seleksi USMI melalui website IPB | bulan Februari 2010 |
7 | Masuk Asrama TPB-IPB | - : Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Bali, NTB/NTT, Jawa (selain Jabodetabek dan Banten) - : Jabodetabek dan Banten |
8 | Alih Semester/Matrikulasi | Juli - Agustus 2010 |
9 | Awal Perkuliahan semester ganjil 2010/2011 | Agustus 2010 |
ITS PROGRAM PENELUSURAN MINAT & KEMAMPUAN (PMDK) TAHUN AKADEMIK 2010/2011
Sistem Penerimaan Calon Mahasiswa Baru ITS tahun akademik 2010/2011 untuk program Sarjana dilakukan melalui Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan melalui Program Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) serta Program Kemitraan dan Mandiri (PKM). Tujuan dari penerimaan mahasiswa baru melalui program PMDK dan PKM adalah:
Khusus seleksi melalui program PMDK untuk program pendidikan sarjana (S1) terdapat 2 (dua) kategori yang dapat diikuti:
- Menjaring calon mahasiswa yang berkualitas
- Meningkatkan kerjasama dan pemerataan kesempatan
Khusus seleksi melalui program PMDK untuk program pendidikan sarjana (S1) terdapat 2 (dua) kategori yang dapat diikuti:
- PMDK REGULER:
Diperuntukkan bagi siswa SMA/MA dan SMK-sejenis yang mempunyai nilai rapor yang tinggi. - PMDK BERPRESTASI:
Diperuntukkan bagi siswa SMA/MA dan SMK-sejenis yang menjadi juara I s.d. III dalam kejuaraan/lomba/olimpiade bidang sains, teknologi, serta seni lukis dan/atau seni rupa di tingkat nasional/internasional.
UGM 2010
RAGAM PROGRAM UM UGM 2010
1. | PENELUSURAN BIBIT UNGGUL |
a. Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM) | |
| |
b. Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB) | |
| |
c. Penelusuran Bakat Olahraga dan Seni (PBOS) | |
| |
d. Penelusuran Bakat Swadana (PBS) | |
| |
e. Penelusuran Bibit Unggul Pembangunan Daerah (PBUPD) |
| ||
2. | UJIAN TULIS | |
a. | Diadakan untuk memilih calon mahasiswa baru yang berkualitas dengan kemampuan akademik dan potensi unggul untuk menunjang penyelesaian pendidikan di UGM sesuai batas waktu yang telah ditetapkan. | |
b. | Materi seleksi meliputi Tes Potensi, Ilmu Pengetahuan Dasar, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial. | |
c. | Ujian dilaksanakan di Yogyakarta, Semarang, Madiun, Jakarta, Tangerang, Cirebon, Palembang, Pekanbaru, Balikpapan, Lhokseumawe, Bandar Lampung, Batam, dan Mataram. | |
3. | SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) | |
a. | Pada program ini UGM menerima sebanyak-banyaknya 18% dari total daya tampung. | |
b. | Diselenggarakan oleh Panitia Pusat SNMPTN. | |
c. | Keterangan lengkap dapat dilihat di situs http://um.ugm.ac.id/. |
Persyaratan Peserta
1. PENELUSURAN BIBIT UNGGUL
SYARAT UMUM | ||
a | Peserta adalah siswa kelas akhir SMA/SMK/MA dalam dan luar negeri tahun 2009/2010. | |
b. | Nilai kognitif semua mata pelajaran pada rapor mulai semester 1 sampai dengan semester terakhir harus tuntas (di atas SKBM). Bagi siswa kelas akselerasi kriteria tersebut diberlakukan cukup sampai dengan semester 4. Kriteria nilai rapor ini dibuktikan dengan fotokopi rapor yang telah dilegalisasi Kepala Sekolah. | |
c. | Memenuhi persyaratan kesehatan dan tidak mengalami ketunaan yang ditetapkan oleh program studi masing-masing. | |
SYARAT KHUSUS | ||
a. | Peserta PBUTM: | |
| ||
b. | Peserta PBUB: | |
| ||
c. | Peserta PBOS: | |
| ||
2. UJIAN TULIS
a. | Siswa aktif kelas terakhir SMA/SMK/MA, lulusan SMA/SMK/MA tahun 2009 dan 2008 dalam dan luar negeri, lulusan ujian persamaan atau yang setara lainnya. | |
b. | Memenuhi persyaratan kesehatan dan tidak mengalami ketunaan yang ditetapkan oleh program studi masing-masing. |
3. SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN)
Sesuai dengan ketentuan Panitia Pusat SNMPTN. |
Rekapitulasi Pendaftar UM UGM Tiga Tahun Terakhir
PROGRAM STUDI | TH. 2007/2008 | TH. 2008/2009 | TH. 2009/2010 | |||
PENDAFTAR | DITERIMA | PENDAFTAR | DITERIMA | PENDAFTAR | DITERIMA | |
Biologi | 1145 | 226 | 1549 | 183 | 2267 | 208 |
Akuntansi | 5569 | 183 | 6989 | 205 | 8205 | 218 |
Ilmu Ekonomi | 2023 | 69 | 2032 | 88 | 2855 | 88 |
Manajemen | 4948 | 166 | 5831 | 193 | 6942 | 211 |
Farmasi | 6110 | 195 | 8084 | 253 | 8515 | 239 |
Ilmu Filsafat | 180 | 162 | 243 | 90 | 271 | 83 |
Geografi dan Ilmu Lingkungan | 607 | 124 | 638 | 85 | 850 | 102 |
Kartografi dan Penginderaan Jauh | 353 | 91 | 374 | 61 | 472 | 79 |
Pembangunan Wilayah | 358 | 89 | 355 | 65 | 635 | 88 |
Hukum | 4178 | 315 | 5181 | 321 | 6727 | 360 |
Gizi Kesehatan | 3303 | 98 | 4445 | 64 | 6005 | 130 |
Ilmu Keperawatan | 2049 | 87 | 2424 | 78 | 3082 | 126 |
Pendidikan Dokter | 12582 | 295 | 15913 | 310 | 15521 | 421 |
Ilmu Keperawatan Gigi * | - | - | - | - | 422 | 65 |
Pendidikan Dokter Gigi | 3672 | 151 | 4453 | 149 | 6411 | 150 |
Kedokteran Hewan | 798 | 158 | 930 | 179 | 1485 | 236 |
Kehutanan | 1215 | 223 | 1546 | 207 | 2048 | 324 |
Elektronika dan Instrumentasi | 729 | 112 | 723 | 110 | 1009 | 100 |
Fisika | 326 | 101 | 538 | 100 | 778 | 73 |
Geofisika | 436 | 62 | 516 | 57 | 1002 | 95 |
Ilmu Komputer | 5341 | 82 | 5881 | 72 | 7362 | 101 |
Kimia | 901 | 133 | 1106 | 122 | 1620 | 177 |
Matematika | 1308 | 80 | 1921 | 71 | 2350 | 90 |
Statistika | 1530 | 85 | 1686 | 76 | 2169 | 97 |
Agronomi | 436 | 44 | 451 | 43 | 758 | 40 |
Budidaya Perikanan | 266 | 43 | 201 | 40 | 381 | 37 |
Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan | 133 | 40 | 176 | 40 | 272 | 45 |
Ilmu Tanah | 195 | 52 | 239 | 49 | 450 | 43 |
Manajemen Sumberdaya Perikanan | 183 | 41 | 147 | 40 | 279 | 36 |
Mikrobiologi Pertanian | 170 | 32 | 272 | 30 | 384 | 37 |
Pemuliaan Tanaman | 168 | 41 | 144 | 39 | 275 | 40 |
Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian | 180 | 37 | 160 | 35 | 320 | 50 |
Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) | 972 | 55 | 918 | 40 | 1488 | 64 |
Teknologi Hasil Perikanan | 224 | 41 | 236 | 40 | 414 | 36 |
Psikologi | 4925 | 208 | 5753 | 213 | 6223 | 221 |
Ilmu dan Industri Peternakan | 450 | 281 | 500 | 222 | 662 | 235 |
Ilmu Administrasi Negara | 2725 | 160 | 2825 | 159 | 4464 | 168 |
Ilmu Hubungan Internasional | 4156 | 162 | 4410 | 160 | 5391 | 170 |
Ilmu Komunikasi | 6025 | 165 | 5925 | 159 | 7223 | 171 |
Ilmu Pemerintahan | 1728 | 77 | 2167 | 77 | 2916 | 86 |
Ilmu Sosiatri | 479 | 150 | 458 | 77 | 642 | 85 |
Sosiologi | 716 | 82 | 887 | 76 | 1447 | 86 |
Antropologi Budaya | 218 | 61 | 305 | 63 | 487 | 65 |
Arkeologi | 220 | 35 | 213 | 36 | 366 | 55 |
Bahasa Korea | 168 | 60 | 252 | 64 | 339 | 54 |
Ilmu Sejarah | 187 | 51 | 195 | 46 | 330 | 49 |
Sastra Arab | 141 | 62 | 179 | 78 | 351 | 80 |
Sastra Indonesia | 407 | 52 | 510 | 62 | 700 | 62 |
Sastra Inggris | 1805 | 45 | 2192 | 47 | 2736 | 97 |
Sastra Jepang | 883 | 35 | 855 | 42 | 1124 | 60 |
Sastra Nusantara | 86 | 34 | 128 | 57 | 158 | 60 |
Sastra Perancis | 431 | 42 | 356 | 47 | 626 | 47 |
Pariwisata ** | - | - | - | - | - | - |
Arsitektur | 2816 | 100 | 2932 | 100 | 3837 | 119 |
Fisika Teknik | 386 | 111 | 572 | 102 | 880 | 167 |
Perencanaan Wilayah dan Kota | 2345 | 105 | 2996 | 92 | 3684 | 100 |
Teknik Elektro | 3444 | 252 | 3957 | 231 | 4455 | 204 |
Teknik Geodesi | 760 | 121 | 984 | 113 | 1584 | 110 |
Teknik Geologi | 1587 | 76 | 2274 | 87 | 3791 | 85 |
Teknik Industri | 4549 | 188 | 4977 | 155 | 5659 | 202 |
Teknik Kimia | 2779 | 181 | 3770 | 165 | 4375 | 199 |
Teknik Mesin | 2103 | 167 | 2494 | 148 | 3002 | 195 |
Teknik Nuklir | 771 | 68 | 798 | 50 | 1042 | 74 |
Teknik Sipil dan Lingkungan | 3370 | 146 | 4337 | 149 | 5661 | 201 |
Teknologi Informasi ** | - | - | - | - | - | - |
Teknik Pertanian | 739 | 97 | 963 | 106 | 1229 | 107 |
Teknologi Industri Pertanian | 813 | 109 | 989 | 104 | 1273 | 105 |
Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian | 1922 | 117 | 2110 | 119 | 2684 | 119 |
*) Program Studi ini baru dibuka pada Tahun Akademik 2009/2010.
**) Program Studi ini baru dibuka pada Tahun Akademik 2010/2011.
Universitas Gadjah Mada © 2005-2010, Hak cipta dil
Label:
2010,
aam mahasiswa baru,
pendidikan,
peneri,
UM UGM
Wednesday, January 20, 2010
SIMAK UI
Penerimaan Vokasi, S1 Reguler, S1 Paralel, S1 Kls Internasional Jalur SIMAK
Panduan Pendaftaran
Panduan pendaftaran dapat dilihat pada menu Panduan Pendaftaran di sebelah kiri.
Biaya Pendaftaran
- Biaya 2 pilihan pertama IPA atau IPS (boleh antar program pendidikan S1 Reg, S1 Paralel dan Vokasi) sebesar Rp 200.000
- Setiap pilihan berikutnya Rp 50.000
- Jika ujiannya IPC ditambah Rp 50.000
- Jika mengikuti ujian KKI ditambah Rp 500.000
Biaya pendaftaran hanya dapat dibayarkan setelah Anda meng-upload foto.
Biaya pendaftaran yang sudah dibayarkan tidak dapat dikembalikan dengan alasan apapun.
Biaya pendaftaran dibayarkan melalui mekanisme host-to-host UI seperti dijelaskan pada panduan cara pembayaran.
Waktu dan Materi Ujian
- 07:00 - 07:30 WIB = Persiapan
- 07:30 - 09.30 WIB = Kemampuan IPA (120 menit)
- 10:30 - 12:30 WIB = Kemampuan Dasar (120 menit)
- 13:30 - 14:30 WIB = Kemampuan IPS (60 menit)
Peserta ujian IPS mengikuti ujian Kemampuan Dasar dan Kemampuan IPS.
Peserta ujian IPA mengikuti ujian Kemampuan IPA dan Kemampuan Dasar.
Peserta ujian IPC mengikuti ketiga ujian di atas.
Ujian diselenggarakan pada waktu yang sama di seluruh Indonesia, jadi untuk wilayah WITA dan WIT, waktu disesuaikan dengan waktu setempat (+1 jam untuk WITA, +2 jam untuk WIT).
Jadwal Kegiatan
Kegiatan | Mulai | Berakhir |
---|---|---|
Periode pengisian formulir pendaftaran | 18 Jan 2010 | 23 Mar 2010 |
Pembayaran biaya pendaftaran | 18 Jan 2010 | 26 Mar 2010 |
Periode upload dokumen persyaratan pendaftaranKhusus pendaftar yang memilih S1 Kelas Khusus Internasional | 18 Jan 2010 | 10 Apr 2010 |
Pencetakan kartu tanda peserta ujian | 22 Feb 2010 | 26 Mar 2010 |
Ujian saringan masuk | 11 Apr 2010 | 11 Apr 2010 |
Pengumuman hasil seleksi masuk | 15 Mei 2010 | 15 Mei 2010 |
Tuesday, January 19, 2010
Murdiyanto, Guru yang Berani Ungkap Pemotongan Tunjangan
Murdiyanto, Guru yang Berani Ungkap Pemotongan Tunjangan
Senin, 18 Januari 2010 | 19:32 WIB
IGNATIUS SAWABI
Ilustrasi: Murdiyanto mengaku telah terjadi pemotongan tunjangan terhadap guru yang lolos uji sertifikasi di kabupaten tersebut sebesar Rp 50 ribu perguru setiap bulan
TERKAIT:
- Tunjangan Insentif Ratusan Guru Diselewengkan
- Gila, Tunjangan 250 Guru Diselewengkan Bendahara Dinas!
- Alamak... Sudah 9 Bulan Honor 172 Guru Bantu Belum Dibayarkan!
SEMARANG, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menelusuri dugaan pemotongan terhadap tunjangan sertifikasi di Kabupaten Sukoharjo yang diungkapkan oleh Murdiyanto, seorang guru di SMP Negeri 1 Mojolaban, Sukoharjo.

"Kalau salah harus dibuktikan dulu, jangan main pecat"
-- Kunto Nugroho/Kadisdik Pemprov Jateng

Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jateng Kunto Nugroho di Semarang, Senin (18/1/2010), meminta pernyataan Murdiyanto tentang dugaan pemotongan tunjangan sertifikasi di Sukoharjo tersebut. Dikatakan pemotongan yang sebesar Rp 50 ribu perguru setiap bulan itu untuk ditelusuri kebenarannya.
Selain itu, Kunto juga meminta pihak Dinas Pendidikan Pemkab Sukoharjo tidak menjatuhkan sanksi berupa pemecatan kepada Murdiyanto sebelum dibuktikan terlebih dahulu pernyatannya. "Kalau salah harus dibuktikan dulu, jangan main pecat," katanya.
Dia mengatakan, penelusuran dugaan pemotongan tunjangan tersebut dilakukan agar seluruh permasalahan menjadi jernih. Jika dugaan benar, kata Kunto, seluruh pihak yang terlibat di dalamnya akan dijatuhi sanksi, sebab praktik semacam itu jelas sebagai suatu penyimpangan.
Sebelumnya, Murdiyanto mengaku telah terjadi pemotongan tunjangan terhadap guru yang lolos uji sertifikasi di kabupaten tersebut. Dia mengatakan, potongan itu mencapai Rp 50 ribu perguru setiap bulan. Atas laporan tersebut, Dinas Pendidikan Pemkab Sukoharjo mengancam akan memecat Murdiyanto dari status PNS.
Pihak dinas pendidikan setempat berpendapat, Murdiyanto telah mempermalukan institusi tempatnya bekerja, melanggar Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 Tentang Disiplin PNS.
BEASISWA ITB 2010
Rekan-rekan,
Hari ini, Beasiswa "ITB Untuk Semua" (BIUS) resmi memberi kesempatan kepada 1.159 siswa dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia untuk mengikuti ujian masuk ITB secara gratis. Para peserta tersebut, yang lolos dari lebih dari 2.000 pendaftar, telah dikirimi e-mail pemberitahuan oleh ITB. (Mereka yang tak dikirimi e-mail berarti tidak lolos.)
Ke 1.159 siswa angkatan 2010 tersebut akan mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh ITB pada Maret-April 2010, di 15 kota. (Daftar kota bisa dilihat di http://www.itbuntuksemua.com/infopeminat/seleksi.) Normalnya, peserta ujian PMBP-ITB 2010 Daerah dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp850.000.
Mereka yang lulus ujian--mudah-mudahan cukup banyak--akan diberi beasiswa oleh ITB. Mereka yang terbaik akan menerima BIUS yang menanggung biaya kuliah dan ongkos hidup. Yang lulus namun nilainya tak masuk kelompok terbaik dibebaskan dari uang kuliah tetapi harus menanggung biaya hidup sendiri.
Banyaknya penerima BIUS ditentukan oleh jumlah donasi yang berhasil dikumpulkan panitia penyelenggara, yang saat ini tengah bekerja mengumpulkan sumbangan.
PERUBAHAN
Perlu diinformasikan, skema BIUS 2010 berbeda dengan BIUS 2009. Tahun lalu, dari sekitar lebih dari 3.000 pendaftar, dipanggil 200 terbaik dan potensial untuk ujian di kampus ITB, Bandung. Dari jumlah itu, hanya 27 yang lulus ujian sehingga panitia penyelenggara memutuskan membuka kesempatan kedua melalui ujian nasional SNMPTN yang diadakan pemerintah. Tigabelas siswa lulus sehingga, secara total, kini 40 siswa telah berkuliah di ITB sebagai penerima BIUS.
Tahun ini, syarat pendaftaran diperberat. Keterangan keluarga kurang mampu (penghasilan orangtua sekitar UMR) harus berasal pula dari dinas sosial, minimal tingkat kecamatan. Tahun lalu, surat keterangan tersebut cukup dari RT/RW, namun panitia kemudian melakukan verifikasi lapangan kepada para penerima beasiswa.
Berbeda dengan tahun lalu pula, mereka yang memenuhi syarat dokumen kurang mampu langsung diberi kesempatan ujian, tak diseleksi terlebih dahulu dari nilai raport dan karangan permohonan beasiswa.
Jadi, bilamana tahun lalu hanya 13,5% peserta ujian berhasil lulus ujian (27 dari 200), tahun ini (karena persyaratan akademis diperlonggar) persentase yang diterima kemungkinan lebih kecil . Namun demikian, panitia tetap berharap yang lulus ujian tetap bisa melampaui 100 siswa.
Untuk angkatan 2009, panitia penyelenggara menganggarkan beasiswa senilai Rp100 juta per mahasiswa untuk kuliah selama 4 tahun. Para donatur telah memberikan uang donasi beasiswa, per mahasiswa, secara penuh di muka. Untuk angkatan 2010, anggaran untuk setiap mahasiswa ditingkatkan menjadi Rp110 juta.
Demikian informasi perkembangan program "ITB Untuk Semua" 2010. Kami juga mengajak rekan-rekan untuk ikut serta menjadi donatur dari program ini.
Salam hangat penuh semangat.
Hari ini, Beasiswa "ITB Untuk Semua" (BIUS) resmi memberi kesempatan kepada 1.159 siswa dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia untuk mengikuti ujian masuk ITB secara gratis. Para peserta tersebut, yang lolos dari lebih dari 2.000 pendaftar, telah dikirimi e-mail pemberitahuan oleh ITB. (Mereka yang tak dikirimi e-mail berarti tidak lolos.)
Ke 1.159 siswa angkatan 2010 tersebut akan mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh ITB pada Maret-April 2010, di 15 kota. (Daftar kota bisa dilihat di http://www.itbuntuksemua.com/infopeminat/seleksi.) Normalnya, peserta ujian PMBP-ITB 2010 Daerah dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp850.000.
Mereka yang lulus ujian--mudah-mudahan cukup banyak--akan diberi beasiswa oleh ITB. Mereka yang terbaik akan menerima BIUS yang menanggung biaya kuliah dan ongkos hidup. Yang lulus namun nilainya tak masuk kelompok terbaik dibebaskan dari uang kuliah tetapi harus menanggung biaya hidup sendiri.
Banyaknya penerima BIUS ditentukan oleh jumlah donasi yang berhasil dikumpulkan panitia penyelenggara, yang saat ini tengah bekerja mengumpulkan sumbangan.
PERUBAHAN
Perlu diinformasikan, skema BIUS 2010 berbeda dengan BIUS 2009. Tahun lalu, dari sekitar lebih dari 3.000 pendaftar, dipanggil 200 terbaik dan potensial untuk ujian di kampus ITB, Bandung. Dari jumlah itu, hanya 27 yang lulus ujian sehingga panitia penyelenggara memutuskan membuka kesempatan kedua melalui ujian nasional SNMPTN yang diadakan pemerintah. Tigabelas siswa lulus sehingga, secara total, kini 40 siswa telah berkuliah di ITB sebagai penerima BIUS.
Tahun ini, syarat pendaftaran diperberat. Keterangan keluarga kurang mampu (penghasilan orangtua sekitar UMR) harus berasal pula dari dinas sosial, minimal tingkat kecamatan. Tahun lalu, surat keterangan tersebut cukup dari RT/RW, namun panitia kemudian melakukan verifikasi lapangan kepada para penerima beasiswa.
Berbeda dengan tahun lalu pula, mereka yang memenuhi syarat dokumen kurang mampu langsung diberi kesempatan ujian, tak diseleksi terlebih dahulu dari nilai raport dan karangan permohonan beasiswa.
Jadi, bilamana tahun lalu hanya 13,5% peserta ujian berhasil lulus ujian (27 dari 200), tahun ini (karena persyaratan akademis diperlonggar) persentase yang diterima kemungkinan lebih kecil . Namun demikian, panitia tetap berharap yang lulus ujian tetap bisa melampaui 100 siswa.
Untuk angkatan 2009, panitia penyelenggara menganggarkan beasiswa senilai Rp100 juta per mahasiswa untuk kuliah selama 4 tahun. Para donatur telah memberikan uang donasi beasiswa, per mahasiswa, secara penuh di muka. Untuk angkatan 2010, anggaran untuk setiap mahasiswa ditingkatkan menjadi Rp110 juta.
Demikian informasi perkembangan program "ITB Untuk Semua" 2010. Kami juga mengajak rekan-rekan untuk ikut serta menjadi donatur dari program ini.
Salam hangat penuh semangat.
Monday, January 18, 2010
PPKB UI SMAN 8 Jakarta
01. BINAR SARI SURYANDARI XII IPS Hubungan Internasional UI
02. CHAERUNISSA HAKIM XII IPS Akuntansi UI
03. CHELPIRA INTAN PERMATASARI XII IPS Hukum UI
04. NABILLA NUR ANISAH XII IPA C Teknik Industri UI
05. HAMZAH XII IPA D Teknik Kimia UI
07. DANTI FILIADINI KELAS XII IPA FPendidikan Dokter UI
08. MUTHIA SZAMI NAFFISAH XII SCIENCE Teknik Industri UI
09. ANDI RAMA SULAIMAN XII IPA C Pendidikan Dokter UI
10. SANTO F. XII IPA F Teknk Industri UI
11. PUSPARANI XII IPA .. Ilmu Ekonomi UI
12. CORNELIA PETRABELA XII HUMANITY Sastra Inggris UI
02. CHAERUNISSA HAKIM XII IPS Akuntansi UI
03. CHELPIRA INTAN PERMATASARI XII IPS Hukum UI
04. NABILLA NUR ANISAH XII IPA C Teknik Industri UI
05. HAMZAH XII IPA D Teknik Kimia UI
07. DANTI FILIADINI KELAS XII IPA FPendidikan Dokter UI
08. MUTHIA SZAMI NAFFISAH XII SCIENCE Teknik Industri UI
09. ANDI RAMA SULAIMAN XII IPA C Pendidikan Dokter UI
10. SANTO F. XII IPA F Teknk Industri UI
11. PUSPARANI XII IPA .. Ilmu Ekonomi UI
12. CORNELIA PETRABELA XII HUMANITY Sastra Inggris UI
UNDIP 2010
Program Seleksi Siswa Berpotensi Undip 2010 |
Program Seleksi Siswa Berpotensi (PSSB) adalah salah satu seleksi masuk mahasiswa ke Universitas Diponegoro tanpa ujian tertulis selain Ujian Mandiri (UM) dan Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Program PSSB diadakan setiap tahun untuk jalur S1 dan D-III. PSSB Undip memiliki beberapa jalur diantaranya jalur prestasi akademik, jalur olah raga dan seni, dan jalur PSSB kerjasama. PSSB ditujukan untuk SMA/MA/SMK negeri atau swasta yang disamakan atau terakreditasi minimal B. Bagi sekolah yang menggunakan kurikulum berbasis kompetensi, maka nilai rapor yang digunakan adalah nilai kognitif. Jalur-jalur seleksi masuk ke Universitas diponegoro adalah sebagai berikut:
|
Satu diantara sejumlah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pendidikan di UNDIP adalah dengan mendapatkan calon mahasiswa baru (input) yang memiliki kemampuan akademik dan motivasi yang tinggi. Melalui input yang memiliki kemampuan akademik dan motivasi yang tinggi itulah proses pembelajaran diharapkan dapat berjalan secara berkualitas, sehingga lulusannya akan mampu bersaing di pasar global. Untuk itu maka UNDIP mengembangkan sejumlah program seleksi mahasiswa baru, diantaranya melalui: (1) PSSB Jalur Akademik, (2) PSSB jalur Potensi Olah Raga dan Seni, dan (3) PSSB Jalur Potensi Pengembangan dan Kerja sama. Diharapkan melalui variasi program seleksi ini dapat dijaring calon mahasiswa yang benar-benar memiliki potensi akademik dan motivasi yang tinggi, sesuai dengan program studi yang dipilihnya. | ||||
Jalur Potensi Akademik PSSB S1 |
Deskripsi Seleksi calon mahasiswa baru yang dilakukan sepenuhnya berdasar pada prestasi akademik yang dicerminkan oleh nilai rapor Syarat Akademik Pelamar
Syarat Administrasi
Cara Mengajukan Lamaran Pelamar dan pihak sekolah mengajukan lamaran, dikirim melalui Kepala Sekolah masing-masing dengan cara sebagai berikut :
REKTOR UNIVERSITAS DIPONEGORO u. p. PANITIA PSSB Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2MP) Gedung Widya Puraya Lantai 1, Sayap Timur Kampus Tembalang, Semarang 50275 | ||||
Potensi Olahraga & Seni |
Deskripsi PSSB jalur potensi olah raga dan seni adalah program seleksi calon mahasiswa baru yang mendasarkan pada prestasi olah raga dan seni dari pelamar. Program ini mengutamakan pelamar yang berprestasi pada cabang sebagai berikut: (1) Olah raga : bela diri (Karate, Taekwondo, Pencak Silat), Atletik, Renang, Tenis Lapangan, Tenis Meja, Bulu Tangkis, Bola Voli, Bola Basket. (2) Seni: OlahVokal, Tari, Musik/Instrumen (organ),dan Teater Syarat Prestasi (1) Selama belajar di SMA/MA pelamar memiliki prestasi menonjol dalam Olah Raga & Seni minimal di tingkat Provinsi (dibuktikan dengan sertifikat, piagam kejuaraan dan lain-lain yang asli). (2) Pada tahun 2009 duduk di kelas III SMA/MA, dan tidak pernah tinggal kelas (dibuktikan dengan surat keterangan dari sekolah) Syarat Administrasi Syarat administrasi untuk PSSB Jalur Potensi Olah Raga dan Seni sama dengan PSSB Jalur Potensi Akademik. Cara Melamar (1) Hadir sendiri di Kampus Undip Pleburan Semarang dengan membawa Surat Pengantar dari Kepala Sekolah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan memiliki prestasi menonjol dalam Olah Raga & Seni minimal telah berprestasi di tingkat Propinsi dan bermaksud mengikuti seleksi PSSB Olah Raga & Seni. (2) Mengikuti tes dengan jadwal sebagai berikut :
(3) Apabila lolos tes di atas pelamar akan mendapat surat keterangan yang dapat digunakan untuk melengkapi persyaratan pendaftan selanjutnya. Lolosnya yang bersangkutan pada tes tersebut bukan jaminan akan diterima sebagai calon mahasiswa baru, karena masih harus mengikuti proses seleksi lanjutan seperti jalur Potensi Akademik. (4) Berdasarkan surat keterangan pada butir (3) pelamar dapat memproses lebih lanjut lamarannya melalui sekolah, seperti halnya PSSB Jalur Potensi Akademik. | ||||||||||||||||
Potensi Pengembangan & Kerjasama |
Deskripsi Seleksi Potensi Pengembangan & Kerjasama yaitu seleksi yang mendasarkan pada minat dan kerjasama untuk pengembangan Undip dalam bentuk partisipasi sumbangan pendidikan dengan tetap memperhatikan prestasi akademik pelamar pada waktu belajar di SMA/MA. PSSB Jalur Pengembangan dan Kerjasama ini terutama dilandasi oleh Peraturan Pemerintah No. 2 tahun 2005 tentang Subsidi Silang Biaya Operasi Perguruan Tinggi. Mitra Kerjasama dan Persyaratan Pelamar (1) Pihak yang dapat bertindak sebagai mitra kerjasama adalah :
(2) Calon pelamar adalah siswa kelas III SMA/MA pada tahun 2010 yang memenuhi persyaratan sebagai berikut :
Persyaratan Administrasi Syarat administrasi untuk PSSB Jalur Potensi Pengembangan dan Kerjasama sama dengan PSSB Jalur Potensi Akademik. Cara Melamar (1) Proses pengajuan lamaran untuk PSSB jalur Potensi Pengembangan dan Kerjasama mengikuti pengajuan lamaran untuk PSSB jalur Potensi Akademik. (2) Pihak mitra kerjasama yang berminat mengikuti jalur Potensi Pengembangan & Kerjasama mengajukan permo-honan kerjasama dengan mengisi formulir dan menghubungi Telp (024) 7460041 atau Fax (024) 7460033 (Senin - Jumat, pukul 09.00-15.00 WIB) (3) Pihak mitra kerjasama mengikuti wawancara dengan Tim Seleksi untuk membahas mengenai pilihan program studi dan besarnya sumbangan pengembangan. Jadwal wawancara akan ditentukan kemudian. | ||||
biaya pendidikan jalur PSSB S1 |
Subscribe to:
Posts (Atom)