Showing posts with label pengembangan diri. Show all posts
Showing posts with label pengembangan diri. Show all posts

Friday, May 14, 2010

wati siswi terdidik

Wati marah-marah membanting pintu dengan keras, mengagetkan seisi penghuni rumah. Rumah yang berada di lingkungan perumhan sederahan ini makin riuh dengan teriakan ibu dari dapur yang sedang menggoreng tempe dan telur untuk sarapan pagi ini. Kemarahan Wati sedemikian besar, nomornya tidak tercantum di daftar anak yang diterima di SIMAK UI. Kemarahan tersebut hanyalah wujud kesedihan dari perjuangannya selama 3 tahun ini. Wati ingat, ketika dia berjanji sama ibu untuk belajar giat untuk menjadi seorang dokter, harapan keluarga. Kematian ayah karena paru-paru basah tidak tertolong oleh puskesmas kelurahan. Saat itulah dia berjanji untuk menjadi dokter untuk keluarga dan lingkungannya.

Ibu menggantikan tugas ayah, berjualan nasi uduk di depan ruimah. Lima mulut harus dipenuhi oleh penghasilan dari berjualan nasi uduk tersebut. Berjalan kaki ke sekolah, berangkat pagi sekali,menempuh jarak kurang lebih 3 km, tidak lah menjadi halangan buatnya. Agar ibu tidak sia-sia mendidik dan membesarkannku. Itu kalimat yang selalu menjadi inspirasi Wati. Di sekolah Wati juga bukan termasuk anak yang pandai, nilainya rata-rata. Apalagi, wati tidak seperti teman-temannya yang mampu pergi ke bimbingn belajar atau kursus bahasa Inggris. Uang sekolah terbayarkan setelah lewat 3 bulan dari yang semestinya. Tapi tekadnya bulat. Negeri ini tidak pernah menelantarkan anak bangsa, apalagi anak yang mau membangun negeri.

Sepulang sekolah Wati harus membantu adik-adiknya, belajar atau pun membantu membersihkan rumah. Setrika baju dia lakukan 2 hari sekali, itu pun jika ada tetangga yang meminta menyucikan baju. Sehingga biaya pengeluaranb listrik dapat dihemat. Jangan salah, yang disterika hanya baju sekolah. Ibu amat mengajarkan, untuk tetap berpakain rapi dan bersih ke sekolah.

Sehabis maghrib, Wati belajar di kamar yang bersisikan 3 adiknya. Cukup ribut rasanya ada 3 anak yang sekolah dan satu bocah yang mengganggu terus. Tapi Wati rela menjalaninya. Ini jalan hidupnya, takdirnya,.... nikmati dengan rasa syukur.

Tetapi hari itu Tuhan mengujinya dengan sebuah pengadilan, namanya tidak ada diantara anak-anak yang diterima di UI. Kemarahannya memang tampak, tetapi saat dia mendengar "teriakan" ibu dari dapur, sadarlah dia UI bukan segala-galanya. Karunia kesehatan, hidup, keimanan, dan tetap berjuang adalah yang Allah tidak berikan kepada semua makhluk. Keterbatasan yang ada justru membuat Wati semakin sadar, jika nanti harus kuliah di Pendidikan Dokter UI, berapa uang yang harus ibu persiapkan ? Jalan pasti ada, membahagian orang tua adalah kewajiban, tetapi orang tua tidka pernah menuntut hal itu. Mereka hanya ingin kita bahagia saat hidup. Sehingga Orang tua kita akan berkata di hatinya : terima kasih Tuhan telah menganugerahkan hamba anak-anak yang sehat dan menghormati orang tua, dan saya bersyukur atas kepercayaan Mu untuk mendidik dan membesarkannya.

Friday, April 2, 2010

Hijab, ibadh dan Ikhlash

Hari ini lumayan sibuk, seharusnya. Tetapi karena saya terlalu lelah, tanpa tersa tidak maksimal akan semua yang saya kerjakan. Sehabis di pintu gerbang, dengan roni, tris, ranu, dan lain-lain, kami menuju maisng-masing proyek hari ini. Roni mau ke MHT, Tris dan Ranu piket, saya mengawal OSN di Av Grande hingga selesai. Hari ini beberapa guru salah kostum, maklumlah tanggal 31 jarang terlihat, tetapi buat saya yang honorer, tanggal demi tanggal menjadi amat penting. Bahagiannya kalau tanggal 20,…. Cihuy gajian…….

Tetapi hati memang tidak bisa bohong, masih bingung dengan kondisi seminggu ini. Kelelahan kah, kekesalan kah, kejenuhan kah atau ada maslaah yang terganjal ? Coba diajlani dengan seadanya,…. Dan ini bukan type saya. Menyusuri kelas yang lagi-lagi tidak ada gurunya, sempat bingung mau menangani, tetapi harus on fire di Av Grande, sudahlah hanya menanyakan siapa gurunya, ada tugas tidak, dan jangan keluar-keluar kelas kalau tidak penting amat. Tetapi buat siswa, ke wc dan kantin itu sebuah kepentingan dan sebuah wisata penutup waktu karena gurunya tidak ada.

Beberapa siswa yang selalu di luar kelas, bertemu lagi-lagi di luar kelas, jawabnya sudah biasa : terlambat pak…. Saya sempat bingung, lah yang membariskan anak terlambat di gerbang, saya, roni dan ranu, kok anak ini bilang terlambat,…..jangan-jangan terlambat bulan ? Cowok lagi, hehehehe.

Ada beberapa peristiwa jangal, lucu dan seru. Tetapi tidak semua boleh ditampilkan di public. Cukup bahan untuk mendewasakan saya berpikir dan bertindak, minimal mendewasakan diri sendiri. An Nur : 31 berisi tentang ajakan memakai jilbab, begitu juga dengan Al Ahzab, saya masih ingat kalimatnya. Kalau tidak salah : ulurkan/ panjangkan jilbab mu…. dst. Makna jilba itu, menurut saya adalah hijab, jadi kalau diulurkan, berarti perbesarlah hijab atau batasnya. Jelas-jelas jilbab atau hijab harus mempu untuk menutup aurat, dari sisi terlihat dan “bentuk” yang dihijabkan.
Begitu juga dengan muslim lainnya. Sesungguhnya jilbab bisa juga di artikan dalam arti luas, yaitu HIJAB, batasi ! Sholat, zakat, tasbih dan ibadah lainnya, sebenarnya berusaha memberi kita batas. Atas tindakan-tindakan di luar hal yang negatif. Kalau lidahnya serimng bertasbih, ”mensucikan Allah” rasanya tidak pantas kita mengotori mulut kita dengan kata-kata kasar, Kalau mata ini selalu menangis di malam hari di hadapan Allah, tentunlah karena kita ingat akan dosa-dosa kita. Air mata yang jatuh hanyalah pertanda begitu menyesalnya kita.

Efeknya, terjadi saat kehidupan kita. Jadi jangan pernah marah ketika ada orang-orang yang mempunyai titel keagamaan, tetapi belum mampu ”memperbesar ruang hijab”-nya. Contoh : pakai jilbab kokmasih bergunjing,…. udah haji padahal, kok masih begitu,… katanya muslim kok memfitnah….. masih banyak lagi dan lagi, Persoalannya cuma satu, jilbab/hijab hanya untuk wanita dan ibadah kita selama ini bukan membuat batas.

Hidup adalah ibadah. Semua perjalanan kaki kita, setiap detik degup jantung kita, bahkan setiap huruif yang kita ungkapkan adalah ibadah. Silakan bukan 6:162-163. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah. Jadi kenapa harus menyatakan,…. ada uangnya nggak ? Hahahha, hidup bukan untuk uang, tetapi untuk hidup perlu uang….. salah ah.

Punya uang belum tentu bis abayar hutang, punya Allah pasti hutang tertutup. Banyak orang yang punya hutang malas membayar hutang, karena berpikir nanti saja. Kalau dia merasa memiliki Allah, pasti akan melunasinya, karena kematian datang kapan pun, kalau mati hutang dibawa mati,….. serammmmmm.

Bahagia bertemu dengan teman-teman yang hingga hari ini mampu berkomitmen dengan pekerjaan dan ibadah. Allah akan membalas ibadah kita itu, bukan hanya dengan kebaikan di dunia, tetapi juga kebaikan di akhirat. Kalau kita iklash. Sebuah mata rantai ibadah tertinggi. Iklash.

Saya pernah ditegur secara kasar oleh seseorang,… sakit hati, sedikt. Untungnya ada Allah. Hati milik Allah, biarkan Allah yang mensibhgah. Kalau sibghahnya adalah harta, tahta dan kesenangan,…. pasti tiadak akan pernah tercukup. Saya juga pernah dicap : dinaturalisasi,……. sedih banget. Kesannya saya kotor dan bermasalah sekali. Tetapi tetap iklash, berusaha iklash, insya Allah batas iklash saya makin meluas. Amin.

ibadah, hijab dan iklash

Hari ini lumayan sibuk, seharusnya. Tetapi karena saya terlalu lelah, tanpa tersa tidak maksimal akan semua yang saya kerjakan. Sehabis di pintu gerbang, dengan roni, tris, ranu, dan lain-lain, kami menuju maisng-masing proyek hari ini. Roni mau ke MHT, Tris dan Ranu piket, saya mengawal OSN di Av Grande hingga selesai. Hari ini beberapa guru salah kostum, maklumlah tanggal 31 jarang terlihat, tetapi buat saya yang honorer, tanggal demi tanggal menjadi amat penting. Bahagiannya kalau tanggal 20,…. Cihuy gajian…….

Tetapi hati memang tidak bisa bohong, masih bingung dengan kondisi seminggu ini. Kelelahan kah, kekesalan kah, kejenuhan kah atau ada maslaah yang terganjal ? Coba diajlani dengan seadanya,…. Dan ini bukan type saya. Menyusuri kelas yang lagi-lagi tidak ada gurunya, sempat bingung mau menangani, tetapi harus on fire di Av Grande, sudahlah hanya menanyakan siapa gurunya, ada tugas tidak, dan jangan keluar-keluar kelas kalau tidak penting amat. Tetapi buat siswa, ke wc dan kantin itu sebuah kepentingan dan sebuah wisata penutup waktu karena gurunya tidak ada.

Beberapa siswa yang selalu di luar kelas, bertemu lagi-lagi di luar kelas, jawabnya sudah biasa : terlambat pak…. Saya sempat bingung, lah yang membariskan anak terlambat di gerbang, saya, roni dan ranu, kok anak ini bilang terlambat,…..jangan-jangan terlambat bulan ? Cowok lagi, hehehehe.

Ada beberapa peristiwa jangal, lucu dan seru. Tetapi tidak semua boleh ditampilkan di public. Cukup bahan untuk mendewasakan saya berpikir dan bertindak, minimal mendewasakan diri sendiri. An Nur : 31 berisi tentang ajakan memakai jilbab, begitu juga dengan Al Ahzab, saya masih ingat kalimatnya. Kalau tidak salah : ulurkan/ panjangkan jilbab mu…. dst. Makna jilba itu, menurut saya adalah hijab, jadi kalau diulurkan, berarti perbesarlah hijab atau batasnya. Jelas-jelas jilbab atau hijab harus mempu untuk menutup aurat, dari sisi terlihat dan “bentuk” yang dihijabkan.
Begitu juga dengan muslim lainnya. Sesungguhnya jilbab bisa juga di artikan dalam arti luas, yaitu HIJAB, batasi ! Sholat, zakat, tasbih dan ibadah lainnya, sebenarnya berusaha memberi kita batas. Atas tindakan-tindakan di luar hal yang negatif. Kalau lidahnya serimng bertasbih, ”mensucikan Allah” rasanya tidak pantas kita mengotori mulut kita dengan kata-kata kasar, Kalau mata ini selalu menangis di malam hari di hadapan Allah, tentunlah karena kita ingat akan dosa-dosa kita. Air mata yang jatuh hanyalah pertanda begitu menyesalnya kita.

Efeknya, terjadi saat kehidupan kita. Jadi jangan pernah marah ketika ada orang-orang yang mempunyai titel keagamaan, tetapi belum mampu ”memperbesar ruang hijab”-nya. Contoh : pakai jilbab kokmasih bergunjing,.... udah haji padahal, kok masih begitu,... katanya muslim kok memfitnah..... masih banyak lagi dan lagi, Persoalannya cuma satu, jilbab/hijab hanya untuk wanita dan ibadah kita selama ini bukan membuat batas.

Hidup adalah ibadah. Semua perjalanan kaki kita, setiap detik degup jantung kita, bahkan setiap huruif yang kita ungkapkan adalah ibadah. Silakan bukan 6:162-163. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah. Jadi kenapa harus menyatakan,.... ada uangnya nggak ? Hahahha, hidup bukan untuk uang, tetapi untuk hidup perlu uang..... salah ah.

Punya uang belum tentu bis abayar hutang, punya Allah pasti hutang tertutup. Banyak orang yang punya hutang malas membayar hutang, karena berpikir nanti saja. Kalau dia merasa memiliki Allah, pasti akan melunasinya, karena kematian datang kapan pun, kalau mati hutang dibawa mati,..... serammmmmm.

Bahagia bertemu dengan teman-teman yang hingga hari ini mampu berkomitmen dengan pekerjaan dan ibadah. Allah akan membalas ibadah kita itu, bukan hanya dengan kebaikan di dunia, tetapi juga kebaikan di akhirat. Kalau kita iklash. Sebuah mata rantai ibadah tertinggi. Iklash.

Saya pernah ditegur secara kasar oleh seseorang,... sakit hati, sedikt. Untungnya ada Allah. Hati milik Allah, biarkan Allah yang mensibhgah. Kalau sibghahnya adalah harta, tahta dan kesenangan,.... pasti tiadak akan pernah tercukup. Saya juga pernah dicap : dinaturalisasi,....... sedih banget. Kesannya saya kotor dan bermasalah sekali. Tetapi tetap iklash, berusaha iklash, insya Allah batas iklash saya makin meluas. Amin.

Thursday, February 26, 2009

Sepuluh Kepribadian Bilionaire

Dua tahun yang lalu melalui milis resosnansi di yahoogroups saya mendapatkam pelajaran yang berharga tentang hidup. Semoga ini berguna buat teman-teman, sudah saya sarikan :

Minggu lalu saya berada di New York City, tepatnya Manhattan, yang
jaraknya kurang lebih 2500 mil dari kediaman saya di San Francisco Bay
Area. Seorang "mogul" alias pengusaha kelas kakap yang berteman dekat dengan Donald Trump memanggil saya untuk membantunya dalam mendirikan divisi baru institusi pendidikannya yang sudah mendunia. Sebutlah namanya Mr. JC.

Sebagai seorang konsultan yang sering mendengar nama Mr. JC ini disebut-sebut, tentu saja saya sangat girang ketika dikontak oleh asistennya untuk mengunjungi Si Mogul ini untuk business meeting. Dengan harap-harap cemas saya mempersiapkan segala sesuatunya agar presentasi saya nanti tidak memalukan. Namanya saja berbisnis dengan seorang
pengusaha kelas kakap. Siapalah saya ini di matanya.
Ternyata, di luar dugaan saya, Mr. JC sangat ramah dan informal.
Kecerdasannya tampak jelas dari "being comfortable in his own skin." Ia
sangat nyaman dengan dirinya sendiri, tidak ada unsur intimidasi maupun
berusaha tampak lebih cerdik daripada lawan bicaranya. Sungguh saya
sangat terkesan.

Selama kurang lebih 6 jam perjalanan pulang di pesawat, saya banyak
merenungkan pertemuan ini, terutama mengenai kepribadian Mr. JC yang
sangat menawan. Otak saya yang gemar melakukan studi komparasi kembali
bekerja.Satu per satu wajah orang-orang sukses muncul di benak saya.
Wah, ternyata banyak sekali kemiripan sifat dan perilaku mereka dengan
Mr. JC, yang tampaknya sangat bertolak belakang dengan sifat-sifat dan
perilaku mereka yang kurang berhasil.

Sepuluh unsur kepribadian seorang billionaire yang saya sarikan
berdasarkan komunikasi dan pergaulan pribadi dengan para billionaies dan
beberapa pengusaha sukses adalah sebagai berikut:

Satu, keberanian untuk berinisiatif
Di sinilah letak keunikan utama pengusaha kelas kakap dunia. Mereka
selalu punya ide-ide jenial. Sebagai contoh, lihat saja si Raja Real
Estate,
kebangkitannya dari bangkrut beberapa tahun yang lalu sekarang sudah
membuahkan lebih dari sekedar kerajaan properti belaka. Ada boneka
Donald, ada seri TV The Apprentice, ada online university Trump
University.com, bahkan ada t-shirt "You're Fired" dan buku-buku
best-sellernya. Semuaberangkat dari inisiatif belaka, yang bisa kita
pelajari dan tiru.

Dua, tepat waktu
Selalu menepati janji dan tepat waktu karena ini adalah bukti kemampuan
memanage sesuatu yang paling terbatas di dalam hidup kita, yaitu waktu.
Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan,
terutama keberhasilan berbisnis. Respek terhadap waktu merupakan
pencerminan dari respek terhadap diri send iri dan partner bisnis.

Tiga, senang melayani dan memberi
Seorang billionaire pasti mempunyai kepribadian sebagai pemimpin dan
seorang pemimpin adalah pelayan dan pemberi. The more you give to
others, the more respect you get in return. Syukur-syukur kalau ada
karma baik sehingga mendapat kebaikan juga dari orang lain. Paling tidak
dengan memberi dan melayani, kita sudah menunjukkan kepada dunia betapa
berlimpahnya kita. Alam bawah sadar kita akan terus membentuk blue print
sukses berdasarkan kemampuan memberi ini.

Empat, membuka diri terlebih dahulu
Pernah Anda bertemu orang yang selalu mau bertanya soal hal-hal pribadi
tentang orang lain namun tidak pernah mau membuka diri? Mereka biasanya
hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, yang pasti mereka akan sangat
sulit untuk mencapai kesuksesan karena dua hal ini adalah lawan dari
unsur-unsur yang membangun sukses. Rasa percaya dan kebesaran hati untuk
membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman
dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, sesuatu yang
dicari oleh para partner bisnis sejati. (Siapa yang mau bekerja sama
dengan orang yang misterius?)

Lima, senang bekerja sama dan membina hubungan baik dengan para partner
bisnis.
Teamwork jelas adalah salah satu kunci keberhasilan utama. Donald Trump
dan Martha Stewart pun mempunyai tim-tim mereka yang sangat loyal
sehingga mereka bisa mencapai sukses luar biasa. "No man is an island,"
kita semua perlu membangun network kerja yang baik, sehingga jalan
menuju sukses semakin terbuka lebar.

Enam, senang mempelajari hal-hal baru
Kembali kita mengambil contoh Pak Trump yang baru saja membuka online
university. Apakah beliau adalah ahli pendidikan? Seorang profesor?
Jelas tidak, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta
langsung mengaplikasikannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas
baginya.Dunia bisnis baginya adalah tempat bermain yang luas dan tidak
terbatas. Kuncinya hanya satu: senang belajar dan mencari hal-hal baru.

Tujuh, jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama
Lance Armstrong pernah berkata, "There are two kinds of days: good days
and great days." Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang
sangat baik. Jangan sekali-kali mengeluh di dalam bisnis, walaupun suatu
hari mungkin Anda akan jatuh dan gagal. Mengapa? Karena setiap kali
gagal adalah kesempatan untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri
sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana Anda gagal
tetap adalah agood day (hari yang baik).

Delapan, berani menanggung resiko.
Jelas, tanpa ini tidak ada kesempatan sama sekali untuk menuju sukses.
Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari
penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great
day (lihat di atas). So, untuk apa takut? Kegagalan pun hanyalah
kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari
kan?

Sembilan, tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat)
Berpikir positif adalah environment atau default state di mana
keseluruhan eksistensi kita berada. Jika kita gunakan pikiran negatif
sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini
(kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita
akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin
besar kemungkinannya.

Sepuluh, "comfortable in their own skin" alias nyaman dengan diri sendiri tanpa perlu berusaha menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak
"lebih" dari lawan bicaranya
Pernah bertemu dengan billionaire yang rendah diri alias tidak nyaman
dengan diri mereka sendiri? Saya yakin tidak ada. Kenyamanan menjadi
diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak
tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia
yang tidak bisa digantikan oleh orang lain.

Saya adalah saya, mereka adalah mereka. Dengan menjadi diri saya
sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa
tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset
yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri.

Apakah Anda mempunyai kepribadian seorang billionaire? Hanya Anda yang
bisa menjawab. Salam sukses, sampai bertemu di puncak gunung kesuksesan

Sumber: Sepuluh Unsur Kepribadian Billionaire oleh Jennie S. Bev.
Jennie S. Bev adal ah konsultan, entrepreneur, penulis dan edukator
berbasis di San Francisco Bay Area. Baca perjuangan dan prestasinya
di JennieSBev.com.